lenterakalimantan.com, BARABAI – Momen sosialisasi dan pembinaan wawasan kebangsaan yang terus digaungkan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) diharapkan menjadi sebuah pembelajaran bersama agar terus berada dalam lingkungan positif dalam bermasyarakat.
Seperti hal nya yang disampaikan Bupati HST H Aulia Oktafiandi pada sosialisasi wawasan kebangsaan di Aula Wisata Pagat Batu Benawa, Rabu (27/7/2022) tadi. Ia mengharapkan para aparat desa se Kecamatan Hantakan dapat menjadi teladan yang baik dalam berperilaku sehari-hari di masyarakat.
“Aparat desa yang salah satu tugasnya adalah membina kehidupan masyarakat di desa, saya harap saudara-saudara dapat mengarahkan masyarakat untuk selalu melakukan kegiatan positif dan menghindari hal-hal negatif,” Tuturnya.
Bupati menjelaskan, penyakit masyarakat (Pekat) merupakan perilaku menyimpang yang terjadi dalam sosial masyarakat. Penyimpangan-penyimpangan tersebut jika dibiarkan terus terjadi dalam masyarakat akan membuat kekacauan dalam sistem sosial.
“Contoh penyakit masyarakat yaitu pemakaian narkoba dan konsumsi miras. Para pengguna kedua bahan terlarang ini saat mabuk tindakannya tidak dapat terkontrol, sehingga seringkali melakukan pelanggaran-pelanggaran lainnya yang dapat membahayakan diri sendiri serta orang lain sekitarnya,” jelas Bupati.
Oleh karena itu, Menurut Bupati sangat penting untuk melakukan pencegahan dan penindakan terkait penyakit masyarakat ini.
Disisi lain, Pemkab HST melalui Kesbangpol HST beserta pihak Kepolisian dan TNI selalu berusaha melakukan upaya-upaya terbaik agar penyakit masyarakat di Kabupaten HST dapat dikurangi serta mencegah kejadian-kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“Semoga kita semua dapat meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menjaga ketentraman dan ketertiban khususnya pencegahan penyakit masyarakat. Pada akhirnya hal ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta seluruh masyarakat dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta cinta Bangasa Indonesia,” Harap Bupati.
Usai penyampaian Bupati itu, disela-sela acara tersebut, Petugas Kesehatan juga melakukan tes urine guna memeriksa kesehatan para peserta yang hadir dalam kegiatan itu. Serta, dilanjutkan kembali penyampain materi wawasan kebangsaan dari Kapolres dan Dandim 1002/HST.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol HST, Mardiyono melaporkan sebanyak 96 peserta Aparat Desa se Kecamatan Hantakan hadir sebagai peserta sosialisasi wawasan kebangsaan serta diisi narasumber dari Bupati HST, Kapolres HST, dan Dandim 1002/HST.
Dasar kegiatan tersebut berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No 17 tahun 2018 tentang Kecamatan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 71 tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan.
Melalui sosialisasi itu, Mardiyono mengharapkan dapat meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menjaga ketentraman dan ketertiban di masyarakat, khususnya penyakit pekat.
“Semoga peran serta seluruh masyarakat dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta cinta Bangsa Indonesia dapat turut meningkat,” Harapnya.


