lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Sudah ketiga kalinya PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap, Tanah Laut, Kalimantan Selatan, meluluskan peserta didik program kesetaraan Paket A , Paket B dan Paket C.
Tahun 2022 ini Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cerdas Kintap , meluluskan sebanyak 40 orang, acara di gelar di GOR Desa Sungai Cuka , Kecamatan Kintap, Tanah Laut. Kamis ( 18/8).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala H Zainal Abidin, mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan mendukung kegiatan PKBM Kintap Cerdas oleh PT Arutmin Indonesia Site Kintap.
Zainal Abidin katakan, kegitan pendidikan non formal di Tanah Laut diikuti 11 Kecamatan. Salah satunya dari PKBM Kintap Cerdas, sedangkan pihak Disdikbud telah menyiapkan anggaran untuk tenaga pengajar atau Tutor , paket A , B dan paket C di wilayah Kecamatan masing-masing.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan pendidikan non formal ini bisa mencerdaskan masyarakat dan kedepannya indeks pembangunan bisa ditingkatkan,”tandasnya.
Ditempat yang sama Yudo Prakoso, Staf CSR PT Arutmin Indonesia Site Kintap, menyatakan , PKBM yang dibawah binaan PT Arutmin Indonesia, sudah tiga kalinya meluluskan peserta didik dan tahun ini ada 40 orang , terdiri dari 1 orang paket A, 2 orang paket B dan 37 paket C,” kata Yudo Prakoso, Staf CSR PT Arutmin Indonesia Site Kintap.
Ia tambahkan, program PKBM di bidang pendidikan merupakan dukungan dari pihak Pemerintah Daerah, bekerja sama dengan Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Pelaihari.
Yudo jelaskan, dari 40 orang lulus program kesetaraan merupakan masyarakat dari desa yang ada di lingkar Tambang Arutmin Kintap.
“Kebanyakan kelulusan peserta didik PKBM ini dari ibu – ibu rumah tangga,”pungkasnya.
Sementara Nurasmi Matondang dari salah satu Guru paket C mengatakan, pihaknya berharap setelah kelulusan ilmu yang didapat bisa dimanfaatkan dengan baik.
Ia sebutkan, setelah lulus dari pendidikan non formal bisa mengikuti jenjang tahap berikutnya, yakni salah satu manfaat lulusan paket C bisa bekerja di kantor Desa, ikut masuk Partai Politik, bahkan bisa masuk di jenjang pendidikan lebih tinggi.


