lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kabupaten Barito Kuala memproyeksikan hingga akhir 2022, penyertaan modal inti minimum untuk Bank Kalsel mencapai Rp 100 Miliar.
Tercatat hingga akhir 2021, saham Barito Kuala di PT Bank Kalsel sudah mencapai Rp 90 Miliar, artinya hanya sisa Rp 10 Miliar lagi untuk mencapai target.
Teranyar, Pemkab dan DPRD Barito Kuala menggelar pertemuan dengan Bank Kalsel. Pihaknya ingin melihat lebih dalam kinerja dan performa Bank Kalsel kedepan.
Memanfaatkan momen tersebut, pihak Bank Kalsel melakukan presentasi terkait kinerja dan permodalan yang disampaikan langsung oleh Divisi Perencanaan dan Kinerja.
Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, IGK Prasetya mengatakan, Bank Kalsel akan terus membangun ekosistem perbankan yang baik, hal ini pastinya dapat dinikmati oleh masyarakat dan para nasabah Bank Kalsel.
Salah satu transportasi teranyar Bank Kalsel ialah Ready Cash and One Step Payroll. Hal ini memungkinkan penerima gaji tak tertunda meski momen hari libur.
Ia juga menyampaikan, bahwa Bank Kalsel kini tengah memenuhi penambahan modal inti minimum sebesar Rp 3 Trilyun.
“Semoga Bank Kalsel kedepan terus eksis, terus survive ditengah kompetisi yang luar biasa berat saat ini. Saya yakin bahwa dengan dukungan dari lembaga eksekutif dan legislatif daerah Bank Kalsel akan dapat terus maju,” Seru Prasetya.
Sementara, Anggota DPRD Barito Kuala, Agung Purnama mengapresiasi capaian tersebut. Pihaknya berharap kerjasama antara pemegang saham dan Bank Kalsel tak membuat status Bank Kalsel menjadi Bank perkreditan rakyat atau BPR.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada Bank Kalsel terkait pemenuhan modal dengan harapan kinerja Bank Kalsel agar terus ditingkatkan begitu pula dengan pelayanan serta yang terpenting adalah bagi hasil terhadap daerah karena kita ketahui bersama bahwa dividen tersebut turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD),” Pungkas Agung.


