lenterakalimantan.com, KOTABARU – Akibat tanah longsor Enam dari sebelas korban tanah longsor dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian Gunung Kura-kura 1 Kikil Desa buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru.
Tertimbun longsor ini diduga akibat adanya aktivitas tambang emas tanpa izin disekitar Gunung Kura-kura, hingga hal itu berdampak longsornya tanah. Menurut Sekretaris Camat Sungai Durian Rahmad, mengakui kejadian 26 september 2022 tersebut terjadi sekitar Pukul 00.00 Wita.
“Sudah ada sebelas korban yang berhasil dievakuasi, 6 orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Banian untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya.
Setelah kejadian ini dan melihat adanya korban, warga sekitar langsung bergerak mendirikan tenda darurat evakuasi.
“Kami telah mendapatkan informasi bahwa BPBD, Basarnas, Polres, Kodim 1004 dan Satpol PP Kotabaru dalam perjalanan menuju lokasi terjadinya longsor,” katanya.
Sementara itu nama para korban yang meninggal dunia, yakni Wahid (35) asal Pemangkih, Padliannor (50) Pelaihari, Inal (31) Pelaihari, Salman (30) Pelaihari, 2 korban yang diperkirakan suami istri masih belum diketahui identitasnya.
Sedangkan 5 orang yang luka-luka dan sudah dalam perawatan di puskesmas terdekat, yaitu Isay (50) Pelaihari, Asul (40) Batu Kajang, Hamidah (46) Sungkai, Anang Suryadi (60) Sungkai dan Mardiah (50) Sulawesi.
Guna menghindari simpang siur informasi, perkembangan terjadinya di lokasi penambangan emas tersebut akan kembali disampaikan. Selain menuju tempat lokasi kejadian sangat sulit dijangkau mengunakan roda 4 dan hanya mengunakan roda 2 maka infromasi saat ini masih bersifat sementara.
“Untuk menghindari adanya berita yang simpang siur, karena saat ini masih dilakukan pencarian korban,” tutupnya


