lenterakalimantan.com, TANJUNG – Ratusan mahasiswa kurang mampu di Kabupaten Tabalong harus bersaing ketat untuk mendapatkan beasiswa dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 233 pendaftar memperebutkan kuota yang tersedia. Dari jumlah tersebut, hampir 100 orang dipastikan tidak lolos karena keterbatasan daya tampung program.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3AP2KB Tabalong, Dody Arief Priyono, mengatakan bahwa kuota awal program beasiswa ini sebenarnya hanya dialokasikan untuk 100 penerima.
“Pada tahun sebelumnya, jumlah pendaftar hanya 88 orang. Tahun ini meningkat secara signifikan, sementara 20 penerima lama sudah lulus, sehingga tersisa 32 kuota untuk mahasiswa aktif,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tabalong kemudian menambah kuota sebanyak 32 orang yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru (maba) dari keluarga kurang mampu yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Dengan demikian, total kuota beasiswa tahun ini mencapai 132 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 slot telah terisi oleh mahasiswa lama yang lolos verifikasi, termasuk mereka yang memenuhi syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.
Sementara itu, ratusan pendaftar lainnya kini harus bersaing memperebutkan sisa kuota. Saat ini, proses seleksi masih berada pada tahap administrasi.
Dody menambahkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah SMA sederajat di Tabalong guna memastikan program ini tepat sasaran dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Editor: Rizki


