lenterakalimantan.com, BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Aulia Oktafiandi membuka secara resmi Coaching Clinic Implementasi Aplikasi Siskeudes Online dan Sipades Angkatan II bagi Pemerintahan Desa Se Kabupaten HST bertempat di Ballroom Hotel Grand Dafam Banjarbaru, Sabtu (12/11/2022).
Kepala Dinas PMD HM Fajaruddin dalam laporannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk ajang konsultasi pemerintah desa dan sekaligus menambah pengetahuan mengenai penerapan aplikasi dalam pengelolaan keuangan desa.
“Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 11 sampai dengan 13 November 2022,” katanya.
Dimana acara papar Fajaruddin, diikuti oleh 162 peserta, terdiri dari kepala desa dan aparat desa. Diantaranya dari Kecamatan Pandawan, Batu Benawa dan Limpasu.
Membuka acara tersebut Bupati HST, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten HST, yang telah menginisiasi acara ini.
“Ini merupakan acara yang penting sebab keberhasilan pembangunan di suatu daerah antara lain dimulai dari sistem keuangan desa,” sebut orang nomor satu di Bumi Murakata ini.
Ia menagatakan peran pembakal dan aparat desa dalam proses percepatan pembangunan daerah sangat berarti, sebab membangun suatu daerah yang maju dimulai dari tingkat desa.
Apalagi dengan era digitalisasi saat ini, perintah desa sudah menggunakan aplikasi sistem keuangan dalam membantu pengelolaan keuangan desa dan hal ini harus disambut dengan baik.
Agar dapat diwujudkan, maka Pemerintah Daerah melalui dinas PMD dan difasilitasi oleh BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan berusaha memberikan cara untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan kapasitas aparat desa melalui coaching clinic.
“Ikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian dan apabila terdapat yang kurang jelas atau belum dapat dipahami, peserta diharapkan proaktif untuk menanyakan sehingga kedepan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif dapat terwujud” harapannya.
Sementara Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan Rudy M. Harahap yang berhadir memberikan arahan, pentingnya kepala desa dan aparat desa harus lebih meningkatkan kapasitas dan pengetahuannya dengan berbagai metode.
Antara lain, melalui kegiatan pelatihan atau bimbingan teknis termasuk kegiatan peningkatan aparatur seperti saat ini yang dirasa akan dapat memberikan bekal pengetahuan sehingga pemerintah Desa dapat berjalan sesuai aturan dan semakin baik dalam pelaksanaanya.
Rudy juga membuka dialog mengenai permasalahan di desa baik mengenai pelaksanaan pengelolaan anggaran desa sampai permasalahan pengelolaan BUMdesa, yang langsung disambut dengan antusias oleh peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas PMD beserta jajaran, para narasumber dari BPKP Perwakilan Provinsi Kalsel, dan para Pembakal beserta aparat desanya.


