lenterakalimantan.com, PARINGIN – Tarif air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balangan telah dilakukan penyesuaian. Namun demikian PDAM) Balangan masih belum mendapatkan keuntungan atau laba, untuk disetorkan ke pemerintah daerah Balangan.
“Sementara ini kita masih belum ada laba, tapi nanti akan yang menyusun Kantor Akuntan Publik (KAP). Kemungkinan dimulai pada awal Januari 2023. Nanti disana akan diketahui apakah laba atau tidaknya,” jelas Direktur PDAM Balangan Ari Widodo, Selasa (27/12/2022).
Ari juga mengatakan berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya PDAM Balangan ini masih belum bisa menghasilkan laba, diperkirakan tahun ini akan sama.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh PDAM Balangan untuk mencapai laba, salah satunya dengan penyesuaian tarif. Namun itu pun masih belum maksimal karena dinilai kenaikannya masih sedikit sehingga masih belum sesuai dengan Full Cost Recovery (FCR) merupakan tarif pemulihan atas biaya operasional.
“Karena, tarif bawah kita masih tiga ribu rupiah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Itu merupakan angka paling rendah di antara kabupaten lain di Kalsel. Jadi memang masih belum bisa menutup kegiatan operasional,” jelas lelaki yang baru tiga bulan bertugas di menjadi Dirut PDAM Balangan itu.
Saat ini, pihak sedang menggas upaya-upaya untuk menghasilkan laba. Rencananya PDAM Balangan akan memproduksi air dalam kemasan dan tempat pengisian ulang air minum.
Namun rencana itu masih belum direalisasikan karena menunggu tahapan perubahan badan hukum PDAM Balangan.
“Sementara ini badan hukumnya masih belum keluar, masih di tahapan harmonisasi dengan kanwil Banjarmasin,” ungkapnya.
Sementara untuk total pengguna PDAM total ada sekitar 25 ribu dan yang aktif sekitar 23 ribu pengguna.


