lenterakalimantan.com, PARINGIN – Kebakaran Rumah Kontrakan di Kampung Haur Batu RT.13 Kelurahan Paringin Kota Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, Menyisakan kisah pilu Baihakim. Pasalnya baju sekolah anak-anak dan perlengkapan tak bisa diselamatkan dari amukan api.
Termasuk perlengkapan memasak habis dilahap api, tidak sempat untuk diselamatkan karena api sangat cepat menyebar.
Kepada media ini dia menceritakan, Anak Baihakim yaitu Lli sekolah SD Haur Batu dan Nikmah duduk di bangku SMP di Sekolah Luar Biasa (SLB) Balangan, “Hari ini terpaksa tidak masuk sekolah karena seragam dan perlengkapan sekolah mereka ikut terbakar akibat kejadian tersebut,”katanya, Kamis (12/1).
Dia bilang yang paling dibutuhkan saat ini, itu adalah peralatan memasak, baju seragam, karena semuanya juga ikut terbakar.
Priia yang seharinya bekerja sebagai tukang tersebut menyampaikan untuk bantuan sendiri sudah ada yang datang, mulai dari tetangga sekitar, sampai bantuan dari sekolah Nikmah.
“Terimakasih kepada pihak yang sudah membantu kami, semoga kebaikan yang diberikan kepada kami dapat dibalas oleh Allah SWT,” harapnya.
Sebelum kejadian sambung terjadi sekitar 22.10 WITA, sangat bersyukur masih bisa selamat dari amukan si jago merah.
Awalnya ia mendengar suara-suara ada yang terbakar serta ada cahaya api dari luar kontrakannya.
Lalu ia yang masih belum tidur itupun mengecek keluar rumah sewaannya, kemudian melihat bangunan kontrakan di samping tempat tinggalnya itu, yang sudah dimakan si jago merah, sontak saja membuatnya panik dan bergegas membangunkan dua orang anaknya yang sudah tidur.
“Memang cukup malam, namun sudah menjadi kebiasaan saya setelah shalat isya itu tidak langsung tidur, saya dzikir dulu baru tidur. Kebetulan saat itu saya sedang berdzikir, setelah melihat api saya langsung bergegas membangunkan anak-anak untuk mengamankan,” ujar ayah dua orang putri itu.
Pria yang sudah kurang lebih 13 tahun menempati rumah kontrakan tersebut, menerangkan kalau saat itu dirinya tidak sempat menyelamatkan harta bendanya, dikarenakan sangat panik, hanya sempat mengamankan satu buah Hp, BPKB motor, buku tabungan BRI, serta satu buah selimut.
Saat ini, Baihakim dan dua orang anaknya terpaksa menempati satu buah rumah sewaan kosong yang tidak jauh dari tempat tinggal sebelumnya, dimana tempat tinggal sementara itu disediakan oleh ketua RT setempat.


