lenterakalimantan.com, PELAIHARI – DPRD Kabupaten Tanah Laut, angkat bicara terkait ancaman kegagalan panen bagi petani padi, saat memasuki musim kemarau tanaman padi mengalami kekeringan, lantaran kurangnya pasokan air mengalir ke persawahan.
Hasil penelitian Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalimantan Selatan, mencatat ada sekitar ribuan hektare sawah pertanian di Kabupaten Tanah Laut tahun 2023 ini mengalami kekeringan cukup serius.
Tanaman padi sudah masuk kategori kerusakan sedang, petani bakal mengalami kegagalan panen secara keseluruhan hasil panen petani padi akan turun 30 persen.
“DPRD Tala sudah mencermati petani padi, sejak tahun 2022 lalu tanaman padi sudah mengalami kerusakan hingga menyebabkan turunnya hasil produksi padi, akibat serangan hama tungro,” kata Ketua DPRD Muslimin saat ditemui lenterakalimantan.com, Senin (19/6/2023).
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kegagalan panen padi waktu itu disebabkan kerusakan tanah, yang mana tidak dikembalikan unsur haranya.
Sementara di 2023 memasuki musim kemarau dan cuaca tidak menentu sehingga banyak lahan sawah mengalami kekeringan.
“Hasil reses bulan lalu, banyak permintaan dari warga minta pembuatan embung penampung air guna mengaliri ke lahan sawah,” ujarnya.
Muslimin menambahkan, selain itu para petani di Tanah Laut banyak mengusulkan normalisasi saluran irigasi. Selama ini aliran irigasi dirasakan oleh petani belum cukup maksimal mengairi persawahan petani.
DPRD Tala tambahnya Muslimin, akan mencoba hal baru dan berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), supaya dapat membantu para petani padi mengatasi persoalan kekeringan sawah petani dengan cara pengadaan mesin pompa air dibantu dengan pipanisasi hingga bisa mengaliri air persawahan petani.
“Secara pribadi saya sudah mendatangi Kelompok Tani Harapan Kita, di mana tanah sawah milik kelompok tani alami kerusakan kekeringan, untungnya dalam minggu-minggu terakhir ini masih ada turun hujan sebagian tanaman padi bisa terselamatkan,” ujar Muslimin.
Semua ini dapat dijadikan pelajaran tutur Muslimin, bagaimana sikap pihak dinas terkait supaya mengambil langkah strategis mengatasi persoalan pertanian di Kabupaten Tanah Laut.
“Saya berharap nanti dewan komisi dapat berkoordinasi dengan dinas terkait mengambil langkah yang terbaik bagi petani, selain itu guna menjaga kualitas tanaman padi bisa diadakan subsidi pupuk cair diserahkan kepada kelompok tani,” harapnya.
Muslimin menjelaskan, lahan pertanian di Kabupaten Tanah Laut kurang lebih ada sekitar 35000 hektare. Langkah pertama, dinas bisa memberikan subsidi pupuk cair sekitar 5000 hektar lewat kelompok-kelompok tani.
“Dengan adanya subsidi pupuk cair, kualitas tanaman padi diharapkan lebih meningkat, serta tidak ada lagi petani gagal panen. Sebagaimana nantinya, Kabupaten Tanah Laut bakal menjadi lumbung pangan penyangga Ibu Kota Negara (IKN),” tutup Muslimin.


