lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus berupaya memberikan dampak kepada masyarakat.
Seperti yang telah dilakukan baru-baru ini, pihaknya mendukung Green Energy dengan menerapkan sistem Automatic Transfer Switch pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Langgar Nurul Hikmah Banjarbaru Utara, Sabtu (29/7/2023).
Perwakilan Tim PDWA ULM, Gunawan menjelaskan, kegiatan ini memang bentuk pengabdian kepada masyarakat guna mendorong pemanfaatan energi hijau atau Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ada di sekitar.
Lebih lanjut, dalam sosialisasi dan pelatihan program berjalan, pihaknya pun turut melibatkan sekitar 20 orang perwakilan masyarakat sekitar Langgar Nurul Hikmah, termasuk pengurus langgar/Langgar. Ketua RT dan Lurah Loktabat Utara, Fuad Rahman juga turut berhadir.
“Tim ini terdiri dari Dosen dan para Mahasiswa Prodi Rekayasa Elektro ULM. Alhamdulillah, warga antusias mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.
Pemilihan lokasi itu, kata Gunawan, berkaitan dengan permasalahan yang ada di Langgar yang telah memiliki PLTS, namun saat kapasitas baterai PLTS tidak mampu menopang beban atau kosong, maka aliran listrik harus segera dipindah ke sumber PLN. Karena seringnya keterlambatan tersebut menyebabkan baterai PLTS cepat Rusak.
Ditambah lagi, saat pegurus langgar tidak ada di tempat, maka pemindahan handle camstater PLN ke PLTS atau sebaliknya tidak bisa dilakukan, meskipun saat itu sumber daya PLTS sudah optium atau status baterai PLTS sudah penuh, harus segara dihubungkan ke beban untuk menopang beban listrik.
Akibat terlalu seringnya terjadi kondisi itu, kata Gunawan, ditambah sistem pemutus charging tidak optimal berakibat baterai lebih cepat rusak. Untuk itu, pihaknya memfasilitasi sistem otomatis ini yang dirasa sangat berguna untuk keberlangsungan PLTS Langgar.
“Fitur Automatic Transfer Switch ini berfungsi secara otomatis menggantikan handle manual yang selama ini digunakan di Langgar,” jelasnya.
Gunawan menambahkan, cara kerjanya sistem ini bisa mendeteksi ketika baterai PLTS drop dan bisa berpindah otomatis ke daya PLN. Sebaliknya, ketika baterai penuh otomatis juga berpindah lagi ke PLTS.
Dengan sistem ini, jelas Gunawan, para pengurus tidak perlu lagi menggunakan handle untuk berpindah-pindah sumber daya listrik. PLTS pun diharapkan bisa jadi sumber utama, karena daya panelnya juga telah ditingkatkan.
“Harapan kita, PLTS mampu menopang kegiatan di mushola hingga 12 jam. Serta, sistem ATS ini mampu secara cerdas mengubah penggunaan energi PLN secara otomatis ke PLTS dan sebaliknya sesuai keadaan aki baterai,” harapnya.
Dosen lainnya, Arif dan Ghiffari menambahkan, hadirnya sistem ini jelas untuk mempermudah, ada atau tidak adanya orang bisa switching otomatis daya sesuai dengan keadaan.
“Fungsinya jelas untuk mempermudah pengurus, baik untuk melakukan pemeliharaan secara berkala maupun pengecekan,” jelasnya.
Sementara itu, pengurus Langgar setempat, Ustaz M Arsani mengakui, penggunaan PLTS selama ini memang mengalami kesusahan kalaunya memakai handle secara manual.
“Ketika lampu padam dari PLN dan saya tidak ada, susah untuk menggantikan daya, karena manual. Seringkali yang seharusnya memakai PLTS malah tidak terganti karena saya tidak ada. Jadi, baterainya itu bisa drop dan mengalami kerusakan,” jelasnya.
Ia pun berharap, semoga dengan hadirnya fitur otomatis yang diberikan Tim PDWA ULM ini menambah kebermanfaatan untuk Langgar dan menjadi solusi yang selama ini pihaknya alami.
“Terima kasih kepada Tim PDWA ULM atas segala yang telah diberikan. Mudah-mudahan dengan hadirnya fitur otomatis ini menambah kebermanfaatan untuk Langgar dan kita semua,” harapnya. (ID)


