lenetraKalimantan.com, PELAIHARI – Jalan raya nasional Ahmad Yani di Kabupaten Tanah Laut hampir tiap tahun kerap memakan korban akibat kecelakaan lalu lintas.
Dikabarkan, kebanyakan yang terlibat kecelakaan lalu lintas pengendara roda dua, hingga meninggal dunia sebab mengalami luka serius.
Dari informasi yang dihimpun media ini, tempat rawan terjadinya kecelakaan ada dibeberapa tempat. Diantaranya, Jalan raya nasional Ahmad yani Kelurahan Pabahanan sampai Kecamatan Tambang Ulang.
Kondisi arus lalu lintas disini cukup padat, banyaknya kendaraan sepeda motor maupun kendaraan minibus pribadi, juga angkutan berat.
Sesekali masih ada ruas jalan yang masih menyempit. Meski di beberapa tempat ada penambahan pelebaran dengan coran beton di bahu jalan, tetapi pengguna jalan kebanyakan enggan menginjaknya.
Sementara wilayah Gunung Rimpi Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari, lintasan menanjak ditambah jalan berbelok dan menurun. Disini kadang kala ada mobil angkutan berkapasitas berat sulit menanjak dan turun.
Kemudian, area Desa Jilatan hingga Asam-Asam Kecamatan Jorong sampai Kintap. Kondisi jalan cukup lebar serta lurus, daerah tertentu terdapat berapa belokan. Kawasan ini, kerap terjadi kecelakaan tunggal dan adu domba.
Kasat Lantas Polres Tanah Laut AKP Supriyatno mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang jalan raya nasional Ahmad Yani, kebanyakan anak usia produktif, kadang kala ada juga orang tua. Penyebab utamanya kecelakaan lalu lintas adalah faktor kesalahan yang dilakukan oleh manusia ( human error).
Ia menambahkan, kecelakaan lalu lintas disebabkan banyak faktor dari kesalahan si pengendara karena ngantuk, maupun kecapean terlalu jauh berkendara dan kurangnya keterampilan.
“Tingkat fatalitas laka lantas, disebabkan membawa kendaraan dengan cara mengebut. Didominasi angka kecelakaan lalu lintas paling tinggi sepeda motor,”katanya. Senin lalu ( 10/7/2023)
Menurut Supriyatno, jumlah kejadian laka lantas tiap tahun ada kenaikan persentasenya hampir 50 persen angka laka lantas.
“Banyak macamnya terjadi kecelakaan lalu lintas, bisa di tempat jalan yang menikung, atau bisa jalan lurus dan berlubang,”tandasnya.


