lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Sebuah Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) didirikan di depan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Tanah Laut di jalur Jalan A Syairani, Kecamatan Pelaihari.
Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Tanah Laut Agus Suparno mengatakan, pihaknya mendirikan Posko Karhutla dalam kesiagaan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Tanah Laut, Kamis (6/7/2023).
Ia menambahkan, minggu lalu terpantau ada beberapa hotspot (titik panas) terdeteksi di wilayah masuk kawasan Inhutani 3 Desa Kandangan lama, Kecamatan Panyipatan.
“Apabila terjadi titik panas di konsesi hutan langsung menghubungi manajer yang bersangkutan biar melihat ke lokasi tersebut,” katanya.
Agus menjelaskan, melalui aplikasi Sipongi mempermudah pemantauan hotspot (titik panas) yang terjadi di Tanah Laut.
Dari catatanya sering terjadi hotspot di wilayah Areal Penggunaan Lain (APL) masuk Kecamatan Bati-Bati berupa lahan bondong.
Baru-baru ini titik panas ada di wilayah gunung sapu angin, Kecamatan Panyipatan. Masuk kawasan hutan lindung biasa ditumbuhi berupa tumbuhan alang-alang.
Agus menerangkan, sejak awal Januari terdeteksi 14 hotspot di Tanah Laut. Paling luas, terjadi kebakaran masuk di wilayah Kecamatan Bati-Bati APL.
KPH lanjut Agus, dalam menanggulangi Karhutla dilakukan secara mandiri bila terjadi di kawasan hutan.
Namun saat ini, pihaknya terasa terbantu dengan adanya Masyarakat Peduli (MPA) yang sudah lama berdiri sekitar 2018.
“Sekarang sudah terbentuk 19 MPA di bawah binaan KPH Tala. Tugas MPA, menjaga kawasan hutan Karhutla. Lantaran MPA itu sendiri tempat tinggalnya berdekatan dengan kawasan hutan,” pungkasnya.


