lenterakalimantan.com, MUARA TEWEH – Bupati Kabupaten Barito Utara (Barut) H Nadalsyah atau (Koyem) mengungkapkan kekecewaan atas reses Anggota DPR RI Komisi IV Willy M Yoseph.
“Terus mengenai reses, mohon maaf dari anggota DPR RI Komisi VII, pak WillyMidel Yoseph mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) PLN di DPRD Kabupaten Barito Utara dan saya selaku bupati agak kecewa sedikit atas pernyataannya,”kata Nadalsyah, Kamis (10/8/2023) di Sela Pencanangan Desa Sadar Kerukunan di Desa Hajak.
Terus terang saja, apa yang ditandatangani, dan apa yang disepakati itu adalah usulan pemerintah daerah Kabupaten Barito Utara, tahun 2022 bukan hasil reses pada hari itu.
“Tidak mungkin kemarin mereka tanda tangan hari resesnya dan hari ini sudah ada pembangunan, tidak mungkin. Perlu diketahui ini sudah berjalan yang 9 desa itu. Vendor-vendor memasang tiang listrik,”kata Koyem.
Kenapa sambung Nadalsyah, di RDP tersebut ada kesepakatan bahwa 9 desa sudah dialiri listrik. Padahal itu merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara tahun 2022.
Adapun sembilan desa yang pada tahun ini akan dialiri listrik yaitu di wilayah Kecamatan Teweh Timur dan Kecamatan Teweh Baru yaitu, Desa Jamut, Liju, Sei Liju, Mampuak I, Mampuak Il, Sampirang |, Desa Sikui, Panaen dan Sabuh.
“Jangan sampai apa yang sudah diusulkan oleh Pemkab Barito Utara, dan kalau reses cari inovasi-inovasi apa yang bisa membantu Pemerintah Daerah, bukan istilahnya mendorong yang sudah diusulkan oleh Pemkab Barito Utara,” tegas H Nadalsyah.
Ia bilang seperti kelangkaan Gas LPG 3 Kilogram, apa tindakan dari Komisi VIl DPR RI yang khusus membidangi itu. Cari jalan keluarnya, kalau operasi pasar, kita juga sudah melaksanakan operasi pasar.
Koyem berharap kalau melaksanakan reses di daerah, cari inovasi yang bisa membantu Pemerintah Daerah.
“Bagaimana ketidakmampuan daerah agar dibantu dan ditopang pusat untuk bisa istilahnya seperti kelangkaan Gas LPG 3 Kg ini,” tandasnya.


