lenterakalimantan.com, RANTAU – Dalam rangka memperingati hari Kementerian Hukum Dan HAM ke – 78, bekerjasama dengan PMI Tapin, rumah tahanan negara kelas IIB Rantau melaksanakan bakti sosial donor darah, bertempat di Markas PMI Tapin, Selasa (01/08).
Kalapas Rutan Kelas II Rantau Andi Hasyim mengatakan, peringatan HDKD ke 78 yang dilaksanakan serentak pada tanggal 20 dan 29 Juli diseluruh Indonesia yang dilaksanakan lingkup Kemenkumham.
“Dalam rangka memperingati HDKD ke 78, Rutan Rantau kembali melaksanakan donor darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” ujarnya kepada awak media.
Andi Hasyim mengungkapkan, selain kegiatan pengambilan darah karyawan Rutan Rantau, rangkaian HDKD tahun ini, kita juga melaksanakan bakti sosial untuk penanganan stunting di kabupaten Tapin.
Dalam hal membantu darah, jangan tunggu ada moment kegiatan donor darah baru ikut donor, terkait nyawa seseorang, kapanpun kita wajib membantu mendonor darah untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Harapannya dengan satu kantong darah yang diambil bisa menyelamatkan satu nyawa, apalagi kita terkumpul banyak kantong darah tentu akan ada banyak nyawa yang terselamatkan,” ujarnya.
“Karena donor darah menjadi kegiatan mulia dari PMI, kita ikut mendukung PMI dalam menyelamatkan ribuan nyawa dari setiap tetes darah yang dikumpulkan,” pungkasnya.
Dalam rangka memperingati hari Kementerian Hukum Dan HAM ke – 78, bekerjasama dengan PMI Tapin, rumah tahanan negara kelas IIB Rantau melaksanakan bakti sosial donor darah, bertempat di Markas PMI Tapin, Selasa (01/08).
Kalapas Rutan Kelas II Rantau Andi Hasyim mengatakan, peringatan HDKD ke 78 yang dilaksanakan serentak pada tanggal 20 dan 29 Juli diseluruh Indonesia yang dilaksanakan lingkup Kemenkumham.
“Dalam rangka memperingati HDKD ke 78, Rutan Rantau kembali melaksanakan donor darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” ujarnya kepada awak media.
Andi Hasyim mengungkapkan, selain kegiatan pengambilan darah karyawan Rutan Rantau, rangkaian HDKD tahun ini, kita juga melaksanakan bakti sosial untuk penanganan stunting di kabupaten Tapin.
Dalam hal membantu darah, jangan tunggu ada moment kegiatan donor darah baru ikut donor, terkait nyawa seseorang, kapanpun kita wajib membantu mendonor darah untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Harapannya dengan satu kantong darah yang diambil bisa menyelamatkan satu nyawa, apalagi kita terkumpul banyak kantong darah tentu akan ada banyak nyawa yang terselamatkan,” ujarnya.
“Karena donor darah menjadi kegiatan mulia dari PMI, kita ikut mendukung PMI dalam menyelamatkan ribuan nyawa dari setiap tetes darah yang dikumpulkan,” pungkasnya.


