lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Lestarikan seni budaya leluhur rupaya masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Segumbang, Kecamatan Batulicin, Tanah Bumbu, hingga saat ini.
Budaya leluhur biasanya di gelar saat lomba Jana-jana atau dalam istilah bahasa Suku Bugis di kenal layang-layang dandang jenis bangau.
Seperti halnya pada tanggal 14 September – 14 Oktober 2023, warga Desa Segumbang menggelar lomba Jana-jana di lapangan Sawahan.
Terlihat dari pantauan awak media, masyarakat sangat antusias ikut menyaksikan lomba Jana-jana, kegiatan ini diselenggarakan oleh masyarakat setempat dan terbuka untuk umum.
Kepala Desa Segumbang, Mustafinal, selaku Ketua Panitia menjelaskan kepada awak Media lenterakalimantan.com, Kamis (14/9/2023). Menurutnya Jana-jana hanya digelar secara umum di tingkat kabupaten saja.
“Namun ternyata ada juga dari kabupaten tetangga yang ikut mendaftar, yakni kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut dan Kecamatan Lontar dan Kecamatan Cantung berasal dari Kabupaten Kotabaru,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ada sekitar 51 peserta yang mendaptar namun pihaknya membatasi tiap peserta paling banyak hanya boleh membawa 2 buah layangan saja. Hingga total ada 81 buah layang layang sesuai sekema yang diperlombakan,” kata Mustafinal.
Ia menyebutkan, adapun kreteria penilaian lomba Jana – jana atau layang layang dandang ini terbilang cukup unik, kalau biasanya juri menilai dari segi bentuk, hiasan dan layangan tarung alias betegangan, namun lomba Jana-jana penilaiannya menggunakan waktu.
“jadi kita hitung per lima menit, ketika layangan sudah diatas dengan ukuran panjang benang sudah ditentukan,maka layang layang pun juga harus tegak tidak boleh goyang atau melambung, ketika sudah terbang sampai hitungan menit terakhir maka mendapatkan sebanyak 3 poin dan ia lah pemenangnya,” ucapnya.
Mustafinal menyebutkan, tujuan dari lomba jana jana atau lomba layangan dandang ini sebenarnya hanya untuk ajang menjalin silaturahmi, karena sudah hampir 10 tahun diakuinya sudah tidak berkumpul sesama Pencinta layang layang Indonesia (Pelangi).
“Ya sebenarnya tujuan kita ini bernostalgia, sebab dahulu itu orang tua kita kalau sudah selesai musim panen padi, orang-orang beramai-ramai main layang ditengah sawah,” ungkap Kades segumbang ini.
Agar menarik masyarakat, pihaknya memberikan hadiah bagi juara 1 – 6 dengan peralatan rumah tangga agar bermanfaat bagi para istri di rumah.
Pihaknya berharap, kegiatan layang layang ini selalu dilestarikan dan tahun depan kegiatan akan lebih meriah lagi.
“Terima kasih kepada para peserta bisa berhadir dalam event ini, dan juga para donator yang sudah memberikan sedikit bantuan untuk kegiatan lomba Jana- jana ini,” tutupnya.


