lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Memasuki bulan Rabiul Awal 1445 H dalam kalender islam, yang mana umat islam disunnahkan untuk berpuasa.
Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan setiap bulannya atau pada hari tertentu
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14 dan 15 dalam kalender hijriyah.
Salah satu wasiat yang diberikan Rasulullah SAW kepada sahabat Abu Hurairah RA. Bahwa, Rasulallah SAW berpesan agar jangan meninggalkan puasa Ayyamul Bidh.
Dikutip lenterakalimantan.com dari Hadits yang diriwayatkan Imam Al Bukhari, Rasulallah SAW menyebutkan keutamaan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh yakni:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّاامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْر
“Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur.” (HR Bukhari no 1178)
Sesuai dengan kalender hijriyah, puasa Ayyamul Bidh bulan Rabiul Awal 1445 H jatuh pada bulan September hari Jumat (29/9/2023) sampai Minggu, (1/10/2023).
Adapun lafadz niat puasa Ayyamul Bidh sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala.
“Sengaja aku berpuasa pada hari-hari putih (ayyamul bidh), sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat tersebut, layaknya dengan niat puasa sunnah pada umumnya, boleh diungkapkan dari hati dan boleh juga diucapkan.


