lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Selama beberapa pekan ini, udara di Kalimantan Selatan khususnya di Kota Banjarmasin dan sekitarnya di selimuti kabut asap yang cukup tebal, dimana para pekerja atau siswa sekolah yang beraktifitas diluar ruangan sangat terdampak bagi kesehatannya.
Ini akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah dan menyebabkan bencana kabut asap yang memaksa membuat proses belajar mengajar di Kalimantan Selatan diputuskan dijalankan secara daring atau online.
adapun keputusan ini diambil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel Muhammadun, usai mendapat instruksi dari Gubernur Sahbirin Noor menyikapi kondisi kualitas udara yang sangat tidak sehat, khususnya akan mengganggu kesehatan warga.
Melalui surat edaran bernomor 400.3/2296/DISDIKBUD/2023, tertanggal 4 Oktober 2023, Kepala Disdikbud Kalsel Muhammadun menyurati para kepala satuan pendidikan SMA, SMK dan pendidikan khusus di lingkup kewenangannya.
Muhammadun, mengatakan berdasarkan arahan dari Gubernur Kalsel terkait tebalnya asap yang disebabkan karhutla melanda Kalsel, maka diputuskan seluruh satuan pendidikan SMA, SMK dan pendidikan khusus melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online berlaku sejak Kamis (5/10/2023) hingga dampak karhutla berkurang.
“Terkecuali ada acara atau kegiatan penting yang sudah terjadwal bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya,” tulis Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun dalam surat edarannya.
Ia mengingatkan selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), kepala satuan pendidikan diimbau untuk tetap memantau kesehatan dan kemajuan belajar peserta didik dan mengimbau kepada peserta didik untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah.
“Guru dan tenaga kependidikan pada satuan kependidikan SMA, SMK dan pendidikan khusus tetap turun ke sekolah seperti biasa dengan menggunakan masker, menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh serta terus memantau dan memberikan panduan pembelajaran jarak jauh pada satuan pendidikan yang terdampak karhutla,” cetusnya.
Disamping itu, terkait surat edaran ini, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kalsel HM Rosehan Noor Bachri, merespons positif terbitnya surat edaran dari Disdikbud Kalsel usai cepat tanggap terkait kondisi kualitas udara di Kalsel yang kian membahayakan akibat kabut asap.
“Saya berharap dengan kondisi asap kian pekat ini, sebaiknya para siswa SMA, SMK dan pendidikan khusus diliburkan dulu ke sekolah. Mereka bisa mengikuti belajar online dari rumah, hingga kondisi udara di Kalsel dinyatakan sudah sehat dan seperti sedia kala,” katanya dalam vidio akun instagramnya .


