lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Rasimun warga Desa Asri Mulya, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, sudah empat tahun membudidaya madu kelulut atau biasa dikenal merk trigona.
Dengan mengandalkan pekarangan rumah Rasimun menyimpan beberapa stup. Lantaran di sekelilingnya ditumbuhi pepohonan karet dan sawit ada juga ia tanam jenis kembang untuk bahan makanan lebah kelulut.
Rasimun mengaku, di musim kemarau seperti ini membantu kualitas madu lebih baik dari rasanya lebih manis.
“Saat ini ada tujuh koloni lebah kelulut dengan hasil satu stup cukup lumayan dalam per bulannya bisa setengah botol dengan harga Rp 250 ribu,” ucapnya, Jumat (27/10/2023).
Ia menyebutkan, sementara ini pemasaran madu kelulut dipasarkan ke teman kerja maupun tetangga sekitar.
Harapannya pemasaran madu dapat menjangkau lebih luas, dapat membantu mengembangkan ternak madu lebih banyak lagi.
“Ternak lebah ini, juga mendapatkan bantuan dari perusahaan Arutmin. Namun saya harapkan ke depannya bisa dikembangkan dan dapat bantuan dari pihak dinas terkait, lantaran menyediakan koloninya cukup mahal dengan kisaran harga Rp 2 juta dan Rp 1,5 juta,” pungkasnya.
Sekdes Asri Mulya, Kasiman, mengatakan peternak madu di desanya termasuk binaan perusahaan Arutmin. Desa setempat yang menjembatani untuk UMKM.
“Ada dua tempat peternak madu kelulut di RT 13 dan RT 9. Binaan dari PT Arutmin,” ucapnya.
Binaan Arutmin selain lebah trigona ada juga ternak lele di Dusun II, yang sudah berkembang baik.
“Ternak lele ini sempat dilombakan di Kabupaten Tanah Laut juara satu,” pungkasnya.


