lenteraKalimantan.com, PELAIHARI – Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Kabupaten Tanah Laut meluluhlantakan hutan galam yang dijadikan tempat budidaya lebah madu kelulut, Selasa ( 10/10/2023).
Kejadian tersebut, sekitar pukul 09.00 Wita dimana si jago merah menghanguskan puluhan stup lebah madu kelulut milik Kelompok Tani Makmur Jaya Abadi, di Trans Krikil Desa Telaga Langsat RT 09, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala) ludes terbakar.
Yamani Agus, Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya Abadi, kepada lenteraKalimantan.com, mengatakan, saat kebakaran terjadi di lahan peternakan lebah madu kelulut, dirinya sedang tidak ada dilokasi.
Menurutnya, ada sekitar 30 stup lebah madu kelulut habis terbakar, cuma menyisakan empat stup yang tidak terbakar.
Ia mengatakan, produksi madu kelulut yang dikelolanya sudah tiga tahun dan itu merupakan salah satu mata pencahariannya.
Di musim kemarau seperti ini kata Yamani, produksi madu mengalami kenaikan menghasilkan madu kualitas baik dan cukup banyak.
“Menyayangkan padahal sebentar lagi lebah madu kelulut akan dipanen, dalam setiap stup menghasilkan banyak madu,”katanya.
Ia menambahkan, Karhutla di wilayah Desa Telaga Langsat sudah cukup parah, dan biasanya peternakan lebah miliknya selalu dijaga karena merasa khawatir, namun pas kejadian kebakaran dirinya tidak ada dilokasi.
Yamani menambahkan, akibat kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) yang menghanguskan peternakan lebah madu miliknya itu, harus menderita kerugian sekitar Rp 30 juta.


