lenteraKalimantan.com, PELAIHARI – Sepanjang Januari sampai Desember 2022 Satuan Lalu Lintas ( Satlantas) Polres Tanah Laut mencatat jumlah angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Tanah Laut hingga meninggal dunia.
Kasatlantas Polres Tala Iptu Dewi Febriani melalui Kanit Gakkum Lantas Polres Tala Ipda Yohanes Dwi Haryanto mengatakan, trend angka lakalantas selama tahun 2022 berjumlah 89 kasus, sedangkan korban yang meninggal dunia 52 orang dan luka berat 1 orang , 94 orang luka ringan dengan jumlah kerugian materil akibat insiden tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
Jumlah kasus kecelakaan tahun 2023, sejak Januari sampai November. Dengan jumlah laka lantas 88 kasus, korban meninggal dunia 54 orang, luka berat 12 orang dan luka ringan 70 orang, kerugian material sampai ratusan juta rupiah.
“Untuk perbandingan korban luka berat tahun 2022 ada 1 orang, 12 orang di tahun 2023, ada kenaikan sampai 100 %. Sedangkan korban meninggal dunia tahun 2022 sebanyak 52 orang dan 54 orang meninggal dunia 2023 ada kenaikan sebesar 5 %,”katanya, kepada media ini, Senin (13/11/2023).
Demikian pula upaya menekan kecelakaan di jalan raya, pihaknya sudah melakukan himbauan kepada masyarakat, melalui petugas Kanit Lantas yang ada di Polsek Kintap dan Polsek Jorong.
“Masing-masing Kanit Lantas sudah melakukan himbauan rawan kecelakaan lalu lintas dengan memasang spanduk di tempat titik yang rawan di wilayah Kecamatan Kintap dan Jorong,”ujarnya.
Ia menambahkan, terkait rambu lalu lintas di tempat rawan terjadi kecelakaan, Satlantas Polres Tala sudah ada koordinasi dengan Dinas Perhubungan.
“Kami sudah ada koordinasi dengan Dishub untuk pemasangan rambu lalu lintas yang belum ada, dimulai dari Pelaihari sampai Kintap,”pungkasnya.


