lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Al Alimul Al Alamah Al Arif Billah Syekh KH Muhammad Zaini merupakan seorang ulama kharismatik dari Kalimantan Selatan berasal dari Kota Serambi Makkah (Martapura).
Seorang buah hati dari Al Alimul Fadhil Syekh Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Samman bin Saad bin Abdullah Mufti bin Muhammad Khalid bin Khalifah Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dengan Hj Masliah binti Abdul H. Mulia bin Muhyiddin dilahirkan pada 11/2/1942 atau 17 Muharram 1361 H.
KH Muhammad Zaini merupakan zuriyat ke-8 dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan. Zaini juga mempunyai adik yang bernama Hj. Rahmah. Abah Guru Sekumpul menikah dengan Hj. Juwairiyah binti H. Sulaiman dan mempunyai 2 orang putra, yaitu Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.
Cerita ketajaman mata batin ulama kharismatik tersebut di antaranya disaksikan oleh banyak orang ketika Guru Sekumpul menggelar Majelis tempo dulu.
Salah satu murid Abah Guru Sekumpul, Ustadz Khairullah Zain bercerita .
“Dahulu, ada seorang Sayyid yang selalu menyembunyikan kesayyidannya. Alih-alih minta hormati karena nasabnya, ia malah tidak mau diketahui bernasab kepada Nabi ﷺ.”
Sayyid muda ini hadir di Majelis pengajian Abah Guru, Abah Guru saat itu masih menggelar Majelis di Mushalla Ar-Raudhah dan di rumah beliau. Peristiwa itu terjadi di Majelis yang dilaksanakan di rumah.
Saat Sayyid ini datang, Jama’ah yang hadir sudah banyak.
Bagian dalam rumah Abah Guru sudah penuh. Sayyid ini kemudian duduk di teras dan berbaur dengan jamaah lainnya.
Tiba-tiba, Abah Guru berdiri dan mendatanginya
“Sayyid, sampeyan masuk ke dalam,” kata Abah Guru.
Sayyid ini kaget, namun dengan cepat ia menyadari keadaan dan berusaha mengelak.
“Saya bukan Sayyid, Saya orang biasa.
Nama saya Raden,” jawabnya.
Abah Guru Sekumpul tersenyum.
“Kamu tidak bisa sembunyi dari aku, Datukmu sendiri, Rasulullah ﷺ yang mengabarkan kepadaku kalau kamu cucunya,” jawab Abah Guru Sekumpul.
“Akhirnya, dzuriat Rasulullah ﷺ yang selalu menyembunyikan nasabnya ini tidak bisa lagi mengelak dari Abah Guru Sekumpul.”
“Rahasianya bocor, Dibocorkan oleh datuknya sendiri yang mengakui bahwa ia adalah cucunya, yaitu Rasulullah ﷺ”
“Abah Guru Sekumpul mengenali Sayyid ini bukan dari catatan nasabnya, tapi dengan Mukasyafah, berinteraksi langsung dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, datuknya,”
Mudah-Mudahan Dengan Berkat Mencintai Ahlul Bait RASULULLAH ﷺ Berkat Para Auliya Allah, Semoga Dosa Dan Kesalahan Kita Semua Di Ampuni Oleh ALLAH Subhanahu Wata’ala, Selamat Dunia Akhirat, Qubul Segala Hajat, Mati Dalam Keadaan Beriman Husnul Khotimah Dan Masuk Surga Bighoiri Hisaab.


