lenterakalimantan.com, AMUNTAI – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melalui Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) menggelar silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pemuda.
Hal ini diungkapkan Kasat Intel Polres HSU, Iptu Agus Murti Widodo, kepada lenterakalimantan.com, Jum’at (20/12/2024).
“Kegiatan yang diadakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran paham radikal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan daerah,” ucapnya.
Menurutnya, radikalisme sering kali menyasar kelompok pemuda sebagai sasaran utama. Oleh karena itu, kepolisian berupaya menggandeng tokoh masyarakat dan pemuda untuk menjadi agen perubahan dalam menangkal paham-paham berbahaya.
“Peran serta masyarakat, terutama pemuda dan tokoh masyarakat, sangat penting dalam membendung ideologi radikal. Kami terus melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat memiliki pemahaman yang kuat terhadap bahaya paham ini,” pungkas Kasat Intel Polres HSU, Iptu Agus Murti Widodo.
Ia juga menambahkan bahwa, baru-baru ini, pihaknya gencar melaksanakan komunikasi bersama para pemuda dan tokoh masyarakat di Kabupaten HSU, seperti kegiatan sosialisasi penguatan wawasan kebangsaan dengan sasaran kelompok warga Desa Kota Raja, Kecamatan Amuntai Selatan.
Lanjutnya, bukan hanya itu saja, komunikasi terus dilakukan bersama sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten HSU, salah satunya yakni bersama H A Suldani, yang notabennya sebagai Ketua LSM Forum Komunikasi Amuntai (FKA).
“Selain bersama tokoh masyarakat, kita juga bersilaturahmi bersama tokoh pemuda, di Komplek Perumahan CPI 1 Desa Kota Raja, Amuntai Selatan. Kami bertandang ke rumahnya untuk memberikan edukasi atau pemahaman terkait masalah radikal, intoleran, serta masalah Kamtibmas,” beber Kasat Intel Polres HSU, Iptu Agus.

Satintelkam Polres HSU
Kasat Intel Polres HSU tak lupa menekankan bahwa radikalisme sering kali menyasar kelompok pemuda sebagai sasaran utama. Oleh karena itu, kepolisian berupaya menggandeng tokoh masyarakat dan pemuda untuk menjadi agen perubahan dalam menangkal paham-paham berbahaya.
“Peran serta masyarakat, terutama pemuda dan tokoh masyarakat, sangat penting dalam membendung ideologi radikal. Kami terus melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat memiliki pemahaman yang kuat terhadap bahaya paham ini,” kata Iptu Agus Murti Widodo.
Secara terpisah, sebagai tokoh masyarakat di HSU, H A Suldani, ia membenarkan adanya peran dan langkah efektif yang diambil jajaran kepolisian, melalui kegiatan silaturahmi dari Satintelkam Polres HSU.
“Ancaman radikalisme harus dilawan dengan edukasi dan keterlibatan semua pihak. Radikalisme bisa masuk melalui berbagai celah, termasuk media sosial dan pergaulan sehari-hari. Sebagai tokoh masyarakat, kita punya tanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang benar kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh,” ujarnya.
Silaturahmi ini menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di HSU.
Melalui pendekatan yang berkelanjutan, diharapkan sinergi antara aparat dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi berbagai ancaman yang dapat mengganggu lingkungan.
Satintelkam Polres HSU menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mendeteksi dini potensi ancaman radikalisme, khususnya di Kabupaten HSU.
Jajaran Satintelkam Polres HSU, saat bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh pemuda, di HSU, salah satunya Fuad, warga Komplek CPI 1, Desa Kota Raja, Amuntai Selatan, HSU. Foto:
Satintelkam Polres HSU


