lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Masih dalam rangkaian Sosialisasi Pemilihan Pemuda Pelopor 2024 tingkat Kota Banjarmasin.
Pada hari kedua dan ketiga kegiatan dibuka secara resmi Sekretaris Disbudporapar Fitriah, di Rumah Anno Banjarmasin. Kamis-Jumat 14-15 Maret 2024
Sosialisasi menghadirkan 3 Narasumber, antara lain, Sekretaris Disbudporapar Fitriah, Abdul Khair, Dhea Maulida dan Sandi Agustinus.
Abdul Khair pemuda pelopor 2019 bidang Pariwisata, mengajak agar jangan ragu-ragu untuk mengikuti kegiatan pemuda pelopor tahun ini.
Para pemuda Banjarmasin memiliki kesempatan yang luas dan ada segmen-segmen kepeloporan yang dapat digali nantinya melalui tahapan pada pemilihan pemuda pelopor, yaitu fact finding oleh asisten juri yang berpengalaman.
Mereka akan memberikan arahan dan pendampingan dengan tujuan perbaikan-perbaikan di sisi kepeloporan yang masih kurang, dengan harapan bakat dan kepeloporan pemuda Banjarmasin dapat meningkat.
Sehingga diharapkan akan melahirkan juara baru pemuda pelopor tingkat provinsi sampai dengan tingkat nasional dari Banjarmasin.
Narasumber berikutnya Dhea Maulida berbagi pengalaman merintis usahanya melalui kulit lumpia beserta kepeloporannya, saat menjalankan usaha Kulit Lumpia Beruntung dimulai sejak 2016 dengan modal Rp200 ribu.
Dari usaha tersebut hingga saat ini, sebut Dhea, omzetnya mencapai Rp 600 hingga Rp 700 juta setiap tahun, dengan jumlah karyawan 16 orang dan sudah memiliki brand sendiri.
Dhea mengajak anak-anak putus sekolah ikut memajukan bisnisnya tersebut, sambil mengikutsertakan kejar paket A.
Dalam satu hari rumah produksi kulit kumpia, jelas dia, bisa menghasilkan 15 ribu kulit lumpia, sementara permintaan bisa mencapai 50 ribu lembar, sehingga kesulitan untuk memenuhi keinginan konsumen.
Inovasi lain, sambung dia, dalam berkreasi dengan mengolah Kulit Lumpia diisi rabuk ikan haruan.
“Kulit Lumpia tidak pakai pengawet, hanya menggunakan tepung premium. Produk vegan tanpa ada unsur hewani ini sudah memiliki legalitas,” terang Dhea.
Untuk pemasaran, papar dia, melalui Instagram, Tiktok, Shoope, Facebook.
Untuk pengkaderan Dhea melakukan pelatihan mandiri kepada beberapa orang, dia berharap dari kegiatan tersebut akan melahirkan wirausaha muda lainnya.
Narasumber ketiga Sandi Agustinus Juara I Pemuda Pelopor Tingkat Nasional di Bidang Agama, Sosial dan Budaya, Usaha Kantan Sasirangan dimulai sejak 2017 dengan modal Rp 1 juta, dari usaha tersebut hingga saat ini sudah memiliki merek sendiri.
Ia juga mengajak anak-anak sekolah dari jenjang TK sampai kuliah untuk bisa menggeluti usaha tersebut melalui pelatihan-pelatihan secara gratis.
Sandi Agustinus membentuk Kampung Jelujur, memberdayakan para perempuan yang sebelumnya belum memiliki penghasilan.
Inovasi lain dalam berkreasi adalah ecoprint, yaitu teknik pemberian motif pada kain menggunakan dedaunan, menjiplak seratnya dan warna daunnya.
Selain itu, memanfaatkan tanaman indigofera serta jenis lainnya untuk keperluan eco printing yang secara tidak langsung menjadikan ruang penghijauan di beberapa lokasi rumah dan lingkungan sekitar.
Untuk pengkaderan, dia melakukan pelatihan mandiri yang diikuti puluhan orang dalam setiap kegiatan, dia berharap dari kegiatan tersebut akan melahirkan wirausaha muda lainnya.
Dari pengalaman para narasumber sekaligus alumni pemuda pelopor Kota Banjarmasin, dengan kesungguhan dan kerja keras bukan keniscayaan para pemuda Banjarmasin dapat bersaing dan menjadi Juara pada event Pemuda Pelopor baik di tingkat provinsi dan nasional.
Sementara itu Sekretaris Disbudporapar Fitriah berharap para peserta Sosialisasi dapat menyampaikan informasi tentang Pemilihan Pemuda Pelopor di lingkungan tempat tinggal, kampus ataupun komunitasnya.
Melalui kegiatan ini, akan melahirkan para pemuda yang mampu bersaing ditingkat Nasional.


