lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Aspal jembatan Sungai Loban 2 amblas akibat tergerus banjir, pada Rabu pagi 5 Juni 2024, sekitar pukul 09.15 WITA. Hingga membuat Satuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Tanah Bumbu bersama Dinas Perhubungan turun tangan untuk mengatur lalu lintas di sekitar jembatan yang terletak di Kecamatan Sungai Loban tersebut.
Menurut laporan, penurunan aspal jembatan menimbulkan risiko tinggi bagi pengendara. Mengetahui hal ini, aparat desa dan kecamatan segera berkoordinasi dengan Balai Pemeliharaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Selatan untuk tindakan lebih lanjut.
Untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah, Polantas dan Dinas Perhubungan mengimbau agar kendaraan berat dengan muatan lebih dari 10 ton tidak melintasi jembatan tersebut hingga proses perbaikan selesai. Selain itu, pihak Polantas juga sempat memberlakukan sistem buka-tutup satu arah selama perbaikan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari.
“Proses perbaikan aspal jembatan yang amblas telah selesai pada pukul 21.00 WITA, dan kini jalur dua arah kembali dibuka untuk semua jenis kendaraan,” ujar Aiptu Mary Siswanto, Kanit Keamanan dan Keselamatan Berlalu Lintas (Kamsel) Polantas Tanah Bumbu, dalam laporan video yang diterima.
Rusian Anwar, Koordinator Lapangan dari Balai Pemeliharaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, mengungkapkan bahwa amblasnya aspal jembatan disebabkan oleh tanah yang tergerus banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Plat injak dan timbunan back wall runtuh karena tergerus banjir,” jelasnya saat dihubungi lenterakalimantan.com.
Lanjutnya, “penurunan aspal ini terlalu berisiko untuk dilalui, sehingga kami segera melakukan penanganan sementara dengan memancang galam di belakang back wall dan menimbun dengan material batu serta memasang plat baja agar jembatan kuat dilalui,” tambah Rusian.
Selama proses pengerjaan, pekerjaan diawasi oleh konsultan supervisi dan pengawas dari Pekerjaan Umum. “Alhamdulillah, proses berjalan lancar meski cuaca hujan,” tutup Rusian.


