lenterakalimantan.com, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan terus melakukan upaya pengembangan sejumlah objek wisata alam.
Meski pengembangannya terkendala akses, hal tersebut tidak menyurutkan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balangan, untuk melakukan pembenahan di lima objek wisata alam yang diprioritaskan.
Plt Kepala Disporapar Balangan, Melda Risda Elfa, menyampaikan ada lima tempat objek wisata alam yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Air terjun Batarius, wisata Batu Ajung, wisata Sungai Maranting, wisata Batu Liu dan objek wisata Budaya Rancah Mampulang, sesuai dengan visi-misi bupati objek wisata air terjun Batarius tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, yang saat ini masih dalam proses pembenahan,” ucapnya kepada lenterakalimantan.com, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/6/2024).
Menurut Melda, untuk sementara objek wisata yang pihaknya prioritaskan, tetap mengacu pada kebijakan orang nomor satu di Kabupaten Balangan, dengan demikian segala yang dikerjakan harus sesuai dan sejalan dengan program dari pemerintah daerah.
“Untuk sementara, wisata yang diprioritaskan memiliki tantangan yang berbeda-beda dari segi pembenahan, salah satunya yakni akses yang menuju tempat wisata, salah satunya yakni wisata air terjun Batarius, akan tetapi hal ini tergantung kebijakan dari bupati lagi,” beber Melda.
Ia menambahkan, selain wisata alam, pihaknya juga akan memgembangkan wisata buatan seperti, pengembangan taman hijau dan wisata hutan kota, sebagai upaya pemerintah daerah untuk menarik minat dari wisatawan lokal dan luar.
“Bupati Abdul Hadi, berencana membangun wisata hutan seperti Jatim Park, akan tetapi saat ini masih dalam proses kajian untuk mengambil langkah, dan strategi kedepan dalam memajukan Kabupaten Balangan dari segi wisatanya,” terang Plt Kepala Disporapar Balangan.
Terkait objek wisata, salah satu warga di Kecamatan Halong mengungkapkan bahwa, ada perbedaan yang signifikan tentang persoalan wisata di Kabupaten Balangan, di mana salah satu kendala yang mendasar yakni persoalan jalan.
“Contoh, khusus warga lokal malah cenderung berlibur ke objek wisata Sungai Maranting, meskipun terbilang jauh, akan tetapi akses yang ditempuh cukup mudah, berbeda dengan air terjun Batarius, kendalanya yakni akses menuju lokasi tersebut masih susah dijangkau, dan cocoknya hanya jiwa petualang atau para pecinta alam yang menjadikan pilihan utama bagi mereka,” ungkap Sahbani kepada lenterakalimantan.


