lenterakalimantan.com, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan terus menggali akar permasalahan guna mengidentifikasi risiko penyebab stunting pada sejumlah kelompok.
Hal itu melalui kegiatan Audit Kasus Stunting (AKS) di Aula Dharma Setya Dinas Pemberdayaan Perempuan setempat baru-baru ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (D3A P2KB PMD) Balangan, Akhmad Nasa’i, mengungkapkan kegiatan yang dilaksanakan merupakan langkah krusial untuk mengidentifikasi akar permasalahan.
“Melakukan identifikasi untuk menemukan akar permasalahan, merupakan langkah krusial untuk menemukan risiko penyebab stunting, khusus pada kelompok rentan, calon pengantin, ibu menyusui serta balita, dan faktor lainnya,” ucapnya kepada lentera kallimantan.com melalui WhatSapp, Sabtu (6/7/2024).
Ia menambahkan bahwa audit kasus stunting ini mencakup mencakup aspek medis, sosial, ekonomi, dengan tujuan intervensi yang dilakukan bisa tepat sasaran dalam menemukan faktor-faktor penyebab stunting di Kabupaten Balangan.
Melalui intervensi serentak, Balangan telah mencapai angka 98,6 persen dan pihaknya optimis dapat mencapai target nasional dalam upaya menurunkan angka stunting di Bumi Sanggam.
“Kita berharap intervensi yang dilakukan bisa menemukan akar permasalahan yang memicu terjadinya stunting, sehingga pola dan penerapan dari segi pencegahan dan penanganan, dapat kita lakukan dengan efektif dengan menyasar kelompok-kelompok tertentu di lingkungan masyarakat,” beber Kepala D3A P2KB PMD Balangan, Akhmad Nasa’i.
Menurut dia, pihaknya juga mendapatkan apresiasi dari Lasma Uli Lumbantoruan dari BKKBN Provinsi Kalsel, atas langkah proaktif Balangan, dalam upaya menekan angka stunting melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kerja sama dan kolaborasi semua pihak, tentunya sangat penting untuk dilakukan, agar hasil audit kasus stunting dapat ditindaklanjuti dengan intervensi tepat sasaran,” kutipnya.
Langkah AKS menjadi amunisi ampuh menggali kasus-kasus penyebab dan pemicu terjadinya stunting di lingkungan masyarakat, sehingga tim maupun pakar bisa melakukan kajian dan analisis mendalam terhadap kelompok sasaran, hasil dari analisis tersebut akan disebarluaskan lagi kepada pemangku kepentingan untuk ditindaklanjuti.


