lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Puluhan pelatih cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel, maupun peserta umum dari luar daerah, mengikuti pelatihan Sport Massage dan Reposisi Sendi, Jumat (5/7/2024).
Pelaksanaan ini dilaksanakan oleh Studi Pendidikan Olahraga Uniska Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAB) Banjarmasin dan Yayasan Borneo Sport Science.
Kegiatan ini dilaksanakan di Sinar Hotel Pelaihari, selama dua hari sejak 5-6 Juli 2024.
Materi yang diberikan Oktavianus dari AIFMO masseur Profesional, berupa materi cara massage atlet dan non-atlet , pertolongan pertama pada cedera, sport massage, motivasi masseur dan perawat dan penguatan pasca-cedera.
Peserta, yang mengikuti pelatihan tampak antusias dan memperhatikan apa yang praktik maupun materi yang diberikan oleh Oktavianus.
Secara langsung peserta berpasangan mempraktikkan hingga bisa menyerap materi diberikan.
Rezky dari tim recovery Tala, mengatakan, pihaknya mengikuti kegiatan ini bertujuan untuk menambah ilmu dan ingin memiliki kemampuan massage.
“Ingin menambah ilmu dan memiliki ilmu massage, karena hampir tiap hari sering menangani atlet pada tiap latihan,” ucapnya.
Hal sama dikatakan Hadi dari cabor kempo, dia mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan massage, lantaran pengetahuan pelatihan yang didapat nantinya sangat berhubungan dengan olahraga kempo yang kerap menangani atlet cedera pasca-event.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat dapat melakukan pertolongan pertama ketika atlet mengalami cedera setelah ikut event,” ujarnya.
Sementara, Ketua Program Studi Pendidikan Olahraga Uniska MAB Banjarmasin atau penyelenggara kegiatan Sport Massage dan Reposisi Sendi, Hegen D Prayoga M.Pd, mengatakan, para pelatih cabang olahraga mengikuti pelatihan massage bertujuan menambah wawasan keilmuan khususnya tentang ilmu olahraga.
“Sehingga para pelatih bisa mendapatkan edukasi pembelajaran dan mempraktekan pelatihan massage olahraga dan cedera olahraga,” katanya.
Ia menambahkan, dengan pembekalan pelatihan ini, dapat melakukan pertolongan pertama waktu terjadi kecelakaan pada atlet.
“Apabila ada atlet yang mengalami insiden atau cidera pada saat melaksanakan aktivitas latihan dapat ditanggulangi,” pungkasnya.


