Menurut Sukarti, kegiatan yang sudah dilaksanakan DP2KBP3A hampir selesai satu putaran dilaksanakan sejak bulan Juli.
“Putaran satu, sudah hampir selesai tinggal 7 desa lagi, 20 desa sudah dilaksanakan, di lokus stunting memberikan contoh memasak menggunakan bahan pangan lokal digemari anak-anak seperti sempol ayam, otak-otak, dan makan praktis lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain itu pihaknya memberikan bantuan stimulan bahan pangan lokal berupa beras dibantu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP).
“Per kegiatan setiap sasaran mendapatkan 5 kg beras, kemudian ditambah telur, tahu, tempe, dan buah-buahan didapat dari anggaran insentif fiskal,” katanya.
Sukarti berharap, ada perubahan pola asuh anak dan bagi yang anaknya terindikasi stunting untuk rajin datang ke posyandu. Melihat perkembangan secara rutin sebab anak tersebut akan dilakukan pemeriksaan ukuran panjang badan dan berat badan.
“Kalau ada kelainan dan kekurangan akan cepat ketahuan tertangani, Kami terus menghimbau kepada orang tua anak agar bersedia membawa Balita ke posyandu,” pungkasnya.


