Eko, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Tapin, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, baik SD, SLTP, maupun SLTA sederajat, guna menarik minat para siswa terhadap olahraga panjat tebing.
“Banyak prestasi yang telah diraih oleh atlet panjat tebing Tapin, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mereka dulunya juga berlatih di wall climbing yang sama di Tapin,” tambahnya.
Ia berharap agar kejuaraan panjat tebing dapat diselenggarakan secara rutin, minimal tiga hingga empat kali dalam setahun, termasuk untuk kategori anak-anak usia dini.
“Dispora akan terus mendukung setiap kegiatan olahraga unggulan di Tapin, sehingga kita dapat mencetak atlet-atlet berprestasi yang berasal dari Kabupaten Tapin,” kata Eko.


