Peluang Investasi di Blora
Pemerintah Kabupaten Blora menunjukkan minat besar dalam menarik investasi untuk meningkatkan produktivitas sektor peternakannya.
Ngaliman menekankan bahwa Blora terbuka untuk investasi, dengan proses perizinan yang disederhanakan dan dukungan pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Blora Haji Arif Rohman.
“Kami menyambut baik siapa pun yang ingin berinvestasi di Blora, dan kami akan mempermudah proses perizinannya untuk mendorong mereka. Ini sejalan dengan visi Bupati Arif Rohman, yang bertekad untuk mengembangkan sektor peternakan di Blora,” tutur Ngaliman.
Sehari sesudah berkunjung ke Kertajati, rombongan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Blora bersama sekitar 70 orang Kepala Desa dari seluruh Blora mengunjungi peternakan terintegrasi milik PT. LSAJ di Balaraja, Tangerang, Banten.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkenalkan kepala desa dari Blora pada model peternakan terintegrasi LSAJ, dengan harapan dapat diadopsi di perdesaan Blora. Para Kepala Desa ini didorong untuk mengembangkan sistem plasma-inti, di mana para peternak lokal dapat mengikuti metode LSAJ dalam hal pemeliharaan dan penggemukan sapi.
“Kami berharap ini akan menjadi awal dari kemitraan antara peternak di Blora dengan peternakan LSAJ di bawah pimpinan Pak Arie Triyono, sehingga peternakan di masa depan di wilayah kami bisa berkembang dengan baik dan sukses,” pungkas Ngaliman.
Masih menurut Ngaliman, dukungan pemerintah yang berkelanjutan dan potensi kolaborasi dengan swasta seperti Arie Triyono, diharapkan sektor peternakan Blora akan bertransformasi lebih cepat di masa yang akan datang.
Di akhir kunjungan, Arie yakin bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, dapat digunakan untuk membangun ekosistem peternakan yang memberdayakan, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung perekonomian desa.
“Inilah kontribusi nyata yang ingin saya berikan bagi bangsa ini, sebuah perjalanan menuju kemandirian dan kesejahteraan melalui peternakan yang berbasis pada nilai-nilai gotong royong dan semangat kebangsaan,” jelas Arie.


