lenterakalimantan.com, PARINGIN – Baru-baru ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ratusan jemaah wanita dan anak-anak mengikuti tradisi Baayun Maulid dari tiga desa di Halaman Langgar Nurul Iman, Kecamatan Lampihong, Balangan, Senin (23/9/2024).
Tiga desa tersebut yakni, Desa Jimamun, Kandang Jaya, Tanah Habang, dan Lokpanginangan, tradisi Baayun Maulid, merupakan sebuah ritual khas untuk mengayun balita sambil melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan syair-syair Maulid Nabi.
Sebagai ketua pelaksana, Hamdiah Al Banjary, menyampaikan, bahwa tradisi ini bertujuan menanamkan kecintaan anak-anak terhadap salawat dan nilai-nilai agama sejak dini.
“Kami berharap anak-anak yang ikut Baayun Maulid akan tumbuh menjadi anak yang taat beragama, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Perayaan Maulid Nabi kali ini juga diisi dengan ceramah agama oleh Syarifah Sa’idah binti Hasan Alie Bahasyim dari Martapura. Dalam ceramahnya, Syarifah mengajak para jemaah untuk bersyukur atas nikmat Allah yang memungkinkan mereka merayakan Maulid Nabi dengan penuh keberkahan.
Ia juga memimpin doa penerang hati, yang dibacakan di atas air mineral dan telur rebus, kemudian dibagikan kepada para jemaah sebagai simbol keberkahan.
Acara ini tak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar warga, khususnya di Desa Jimamun dan sekitarnya.


