lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Ratusan rumah di Desa Kurau, Kecamatan Kurau, Tanah Laut (Tala), Kalsel, terendam air. Namun kebanyakan warga masih bertahan di rumah dan belum ada yang dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Dari pantauan lenterakalimantan.com, genangan air selain merendam rumah warga ada beberapa bangunan sekolah SD dan langgar yang ikut terdampak. Banjir juga merendam persawahan dan jalan hingga menghambat pengguna jalan umum, Rabu (22/1/2025).
Kepala Desa Kurau, Anang Kaderi. mengatakan air mulai terlihat pasang sejak 5 Desember 2024 lalu. Namun memuncaknya banjir merendam rumah warga baru dua hari belakangan ini.
Mengakibatkan air merendam bangunan sekolah, musala dan pondok pesantren serta sarana ibadah lainnya.
“Warga sendiri sekarang sudah tidak bisa kemana-mana tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.
Ia bilang, begitu juga banjir merendam persawahan, ada sekitar 230 hektare lahan pertanian untuk seluruh di Desa Kurau, sedangkan di sini merupakan pemasok pangan terutama beras untuk Kalsel.
Menurutnya, penduduk Desa Kurau berjumlah 2.382 jiwa, 781 KK dan 678 rumah. Hampir 97% rumah warga di Desa Kurau terendam.
“Penyebab banjir ini karena ada kendala pada bagian muara harus ada pendalaman atau pengerukan,” pungkasnya.
Terpisah salah seorang warga terdampak banjir Saniah, mengaku sudah dua hari rumahnya terendam banjir hingga memutuskan untuk mengungsi ke rumah keluarganya.
“Sudah tidak bisa lagi aktivitas memasak di rumah, saya memilih mengungsi ke rumah anak,” ucapnya.


