lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Para pengungsi banjir di Posko Ubudiyah Peduli melaksanakan Ibadah Salat Taubat dan Hajat serta doa bersama untuk keselamatan masyarakat Tanah Laut (Tala) dan Banua, khususnya yang sedang berjibaku dengan musibah.
Kegiatan dilaksanakan bersama beberapa ustaz di Ponpes Ubudiyah bertempat di ruang induk Majelis Taklim Asy-Syafa’atul Kubro pada Minggu (26/1/2025) malam.
Koordinator Posko Ubudiyah Peduli, Muhammad Habibi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan agar semua mau insaf dan bertaubat dari segala kesalahan, untuk selanjutnya berpasrah dan berserah diri sepenuhnya pada Sang Khaliq agar mendapatkan pertolongan dari-Nya.
“Banjir yang terjadi saat ini adalah karena ulah manusia itu sendiri tidak mau mengikuti sunnatullah untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam,” katanya dalam siaran pers yang diterima lenterakalimantan.com.
Ia menegaskan, jangan pernah menyalahkan hujan yang turun, karena setiap tetes hujan turun kebumi sejatinya adalah rahmat, alam dan berkah telah rusak itulah menyebabkan menuai bencana banjir.
“Karena itulah semua harus benar-benar taubat mengharap ampunan dan pertolongan Allah SWT. Setelah musibah banjir ini berlalu semua pihak termasuk para pemangku kebijakan harus benar-benar “insaf” dan melakukan evaluasi besar-besaran untuk memikirkan bagaimana caranya agar setiap pembangunan yang dilakukan selalu selaras dan harmoni dengan kearifan ekologis alam,” imbaunya.
Habibi menjelaskan, jumlah pengungsi di Posko Ubudiyah Peduli saat ini berjumlah 201 jiwa, berasal dari Desa Benua Raya, Bati-Bati dan Kali Besar, Kecamatan Kurau.
Ia bilang, posko ini sudah melayani pengungsi sejak 7 hari lalu. Selain memfasilitasi tempat tinggal sementara para pengungsi Posko Ubudiyah Peduli juga membuat dapur umum untuk melayani kebutuhan makan para pengungsi di sini dan para penyintas yang masih bermukim di beberapa titik banjir.
Banjir di Kecamatan Bati-Bati hingga hari ini berjumlah 6782 jiwa (454 jiwa di antaranya lansia dan 262 balita).
Jumlah Pengungsi yg ada di Posko Ubudiyah Peduli pada hari ini berjumlah 201 jiwa, lansia 10 jiwa.
Bayi 5 jiwa (umur 26 hari, 1 bulan, 3 bulan, 3,5 bulan dan 10 bulan). Balita 6 jiwa anak-anak usia sekolah dasar 6-12 tahun 45 jiwa. Anak-anak usia sekolah menengah 12-15 tahun 40 jiwa.
“Kami juga telah membuka dapur umum untuk menyuplai keperluan makan bagi pengungsi di Posko Ubudiyah Peduli dan korban di tempat lainnya,” jelasnya.
Dia mengimbau bagi bapak/ibu, saudara-saudari yg ingin membantu dan berpartisipasi (baik tenaga, pikiran maupun materi) silakan menghubungi Posko Ubudiyah Peduli.
“Saat ini hal urgen diperlukan warga terdampak banjir adalah, kebutuhan pokok obat-obatan, khususnya salep kulit, minyak angin/kayu putih, dan obat flu dan batuk, serta perlengkapan mandi seperti sabun mandi dan pasta gigi, perlengkapan dan suplemen makanan bayi pakaian dan selimut,”ucapnya.
Tidak itu saja Habibi juga mengajak semua elemen masyarakat dan para dermawan di manapun berada untuk berpartisipasi mengulurkan kepeduliannya membantu saudara-saudara yang terkena musibah banjir di Kecamatan Bati-Bati dan sekitarnya.
“Donasi baik barang maupun uang bisa diantar langsung ke PonPes Ubudiyah Bati-Bati, atau bisa juga ditransfer ke rekening 455401026822532 Bank BRI atas nama Ikatan Keluarga Alumni (Pesantren Ubudiyah),” pungkasnya.


