lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penggantian nomenklatur seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi Sekolah Khusus (SKH).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, melalui Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus (PPK), Roslita, menyampaikan bahwa proses perubahan nomenklatur ini akan selesai secara keseluruhan pada Maret 2025.
“Perubahan nomenklatur ini diharapkan memperkuat sistem pendidikan inklusif dan lebih mencerminkan keberagaman kebutuhan peserta didik,” ujar Roslita, Kamis (2/1/2025).
Selain perubahan nama, Disdik Kalteng juga tengah mengoptimalkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai pusat layanan terpadu yang mendukung masyarakat berkebutuhan khusus. Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk operasional ULD, yang akan dipusatkan di Huma Berkah, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya.
ULD ini akan melibatkan lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Tenaga Kerja, untuk memberikan layanan komprehensif seperti terapi, pendampingan, serta akses pendidikan dan ketenagakerjaan.
“ULD akan dilengkapi dengan SOP, struktur organisasi, dan surat keputusan (SK) dari Gubernur untuk menjamin legalitas dan efektivitas operasionalnya,” tambah Roslita.
Dinas Pendidikan juga membuka peluang partisipasi dari masyarakat, khususnya mereka yang memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB), untuk bergabung sebagai tenaga pendukung. Para relawan dan tenaga profesional akan diberikan insentif tambahan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.
Tidak hanya fokus pada sumber daya manusia, ULD juga akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan bekerja sama dengan organisasi terapi serta komunitas disabilitas, untuk memperluas jangkauan dan efektivitas layanan.
Sebagai bentuk sosialisasi, Disdik Kalteng berencana menggelar kampanye publikasi besar-besaran agar masyarakat luas mengetahui keberadaan dan manfaat dari ULD.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimis ULD akan memberikan dampak besar bagi masyarakat berkebutuhan khusus di Kalimantan Tengah. Mari kita sukseskan bersama demi masa depan yang lebih inklusif,” tutup Roslita.
Editor : Tim Redaksi


