lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Puluhan warga terdampak banjir di Desa Benua Raya dan Bati-Bati, Kecamatan Bati-Bati terpaksa mengungsi di Pondok Pesantren Ubudiyah.
Para korban banjir menempati bangunan Tahfiz yang sudah tersedia kamar untuk keperluan menginap.
Pengurus Ponpes Ubudiyah, Muhammad Habibi, mengatakan melihat kondisi warga yang terdampak banjir terus bertambah hingga hari kedua ini, Posko Ubudiyah Peduli akan membuka dapur umum.
Hal itu lanjutnya, mengingat dapur umum yang ada saat ini mungkin akan kewalahan menangani korban banjir yang hingga hari ini sudah berjumlah 2.380 orang di 3 desa, yakni dari Bati-Bati, Padang dan Benua Raya.
“Saat ini yang diperlukan oleh para pengungsi Banjir adalah bantuan obat-obatan, sembako dan selimut,” terang Habibi, Rabu malam (22/1/2025).

Ia menambahkan, pada saat banjir bandang 2021 lalu posko Ubudiyah Peduli menampung hingga 300 warga terdampak banjir.
“Saya berharap semoga banjir tahun ini tidak separah 4 tahun lalu, semoga debit air lekas turun dan surut normal kembali,” ucapnya.
Salah satu Alumni Ponpes Ubudiyah, Muhammad Yusril Hidayat, mengatakan warga yang mengungsi di Ponpes Ubudiyah berjumlah 29 orang ada yang dewasa, anak-anak dan remaja.
“Untuk kebutuhan makan dan minum warga mendapatkan makanan dari posko yang dibangun oleh warga maupun. Kalau ini bertambah maka Ponpes akan mendirikan dapur umum,” katanya.
Dari pantauan media ini di lokasi banjir Desa Banua Raya, selain rumah warga ada juga sekolah TK/TPA yang terendam air hingga siswa sekolahnya diliburkan.
Kebanyakan warga yang terdampak banjir mengungsi meninggalkan rumah untuk mencari tempat penginapan yang lebih aman.


