Pada Program Satu Desa Satu Wifi Gratis, dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabalong dengan target sebanyak 51 desa pada tahun 2025, telah berhasil diimplementasikan pada 14 desa yang ada di daerah ini per tanggal 17 Maret 2025.
Sedangkan yang diampu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong dengan target 210 sekolah yang terpasang Wifi Gratis pada tahun 2025, per 17 Maret 2025 telah dapat direalisasikan pada sebanyak 44 sekolah.
Sementara yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tabalong, dalam hal penyiapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai tempat pemasangan perangkat Wifi Gratis di perdesaan dari target 121 desa, telah siap sebanyak 27 RTH desa (22%) per 17 Maret 2025.
Kemudian, untuk Program Satu Desa Satu Da’i, pengampu Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tabalong melaporkan, telah melaksanakan perjanjian kerjasama dengan 7 Pondok Pesantren dari target sebanyak 8 Ponpes yang menjadi tempat pendidikan/pengiriman santri pada tahun 2025.
Terkait program Satu Desa Satu Da’i ini, pembebanan pembiayaannya menunggu perubahan anggaran tahun 2025, yaitu sebesar Rp2, 27 miliar.
Program Tabalong Pasti Sehat yang dimotori oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, menargetkan pelayanan homecare kepada 20.340 pasien pada tahun 2025 dan sebanyak 1.220 pasien telah dikunjungi per 17 Maret 2025.
Dinkes Tabalong juga menargetkan 100% UHC dengan sasaran jumlah penduduk sebagaimana data dinamis yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabalong. Per tanggal 17 Maret 2025, telah terimplementasikan UHC pada 102.232 jiwa (101,24%).
Baca Juga : Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri, Pemkab Tabalong Gelar Pasar Murah
Target sasaran tambahan UHC sebanyak 11.138 jiwa dalam pelaksanaanya menggunakan anggaran Rp5,97 miliar yang tersedia pada APBD induk tahun 2025.
Masih dalam rangka mewujudkan program Tabalong Pasti Sehat, Dinkes menargetkan pula biaya pendamping pasien untuk 17.000 orang (3.400 x 5 PKM) yang implementasi pelaksanaannya dilakukan nanti setelah pergeseran anggaran Rp1,7 miliar pada APBD-P 2025.
Sedangkan RSUD H Badaruddin Kasim membuat target penyaluran biaya pendamping pasien untuk 7.500 orang (dengan indeks Rp100 ribu per orang hari dikalikan maksimal 5 hari). Namun untuk ini masih belum diimplementasikan karena menunggu pergeseran anggaran sebesar Rp3,75 miliar.


