lenterakalimantan.com, PARINGIN – Sepanjang pada 2024, tercatat 42 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Balangan. Namun, Kecamatan Tebing Tinggi menjadi satu-satunya wilayah yang nihil kasus.
Capaian ini tak lepas dari upaya proaktif Puskesmas Tebing Tinggi melalui inovasi bertajuk ‘Cerita Hati’ (Cegah dan Cari Penderita HIV/AIDS di Tebing Tinggi).
Nova Yulida Ariani, inisiator inovasi tersebut, mengungkapkan bahwa, ‘Cerita Hati’ hadir sebagai bentuk strategi jemput bola dalam melakukan skrining populasi kunci. Program ini terbukti efektif mendorong capaian target Standar Pelayanan Minimal (SPM) HIV/AIDS.
“Alhamdulillah, berkat inovasi ini, wilayah kerja Puskesmas Tebing Tinggi bebas dari kasus HIV. Cakupan target screening tahun 2024 pun melampaui 100 persen, yaitu 116 dari target 114 atau 101,8 persen,” ungkapnya, Kamis (8/5/2025).
Diketahui, sebelum inovasi ini diterapkan, skrining dilakukan secara pasif, yakni mengundang target ke Puskesmas. Namun pendekatan tersebut dinilai kurang efektif, karena banyak sasaran yang enggan hadir dengan berbagai alasan seperti rasa malu, ketidaktahuan pentingnya skrining, hingga kendala jarak.
Melalui inovasi ini, petugas kini langsung mendatangi rumah sasaran dengan jadwal tertentu. Tak hanya melakukan pemeriksaan, mereka juga menyampaikan edukasi melalui penyuluhan personal dan pembagian leaflet.
Sasaran program ini mencakup ibu hamil, penderita tuberkulosis (TBC), Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), pekerja seks, waria, pengguna napza suntik (penasun), Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dan penderita infeksi menular seksual.
“Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya diperiksa, tetapi juga diberi pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS dan pentingnya deteksi dini. Ini penting untuk mencegah perilaku berisiko sejak dini, terutama pada remaja,” imbuh sang inovator yang akrab di sapa Nova.
Kehadiran inovasi tersebut, diharapkan mampu menjadi model bagi wilayah lain dalam meningkatkan cakupan skrining HIV/AIDS, hingga membangun masyarakat yang lebih peduli serta waspada terhadap penyebaran virus mematikan tersebut.
Editor: Rian


