lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Semangat baru mewarnai dunia keperawatan Kabupaten Tanah Laut. Pasalnya Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Tanah Laut resmi mengukuhkan jajaran pengurus baru setempat masa bakti 2025–2030 dalam acara pelantikan yang digelar di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Sabtu (24/5/2025).
Dalam Surat Keputusan yang dibacakan oleh Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Kalimantan Selatan, Didi Risadi, prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan serta rangkaian sambutan dari berbagai pihak yang hadir.
Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap peran aktif PPNI ke depan.
Dalam sambutannya menekankan
betapa besar peran perawat dalam mendampingi proses penyembuhan pasien dan menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk saat pandemi.
“Kontribusi perawat sangat nyata, apalagi saat kita menghadapi pandemi beberapa waktu lalu. Ketika seluruh tenaga kesehatan termasuk perawat menjadi pahlawan kemanusiaan,”katanya.
Wabup Zazuli menjelaskan pentingnya komunikasi dan kolaborasi yang erat antara PPNI dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen pelayanan kesehatan.
“Yang terpenting, mari membangun komunikasi. Kalau perlu kita banyak diskusi. Karena kalau komunikasinya lancar. Dudukkan baik-baik, insya Allah beres,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Tanah Laut, Agus Riady, mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini menaungi sekitar 911 perawat yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan, baik di pusat kota hingga wilayah pelosok.
“Tenaga perawat mencakup sekitar 60-70 persen dari SDM kesehatan. Bahkan sampai ke pelosok desa, di Puskesmas maupun Pustu, tenaga perawat hadir memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,”katanya.
Agus menegaskan bahwa di tengah kemajuan teknologi dan meningkatnya standar pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas SDM perawat melalui pendidikan lanjutan menjadi hal yang krusial.
“Kami mendorong rekan-rekan perawat untuk terus meningkatkan jenjang pendidikan, dari D3 ke S1 dan profesi, bahkan hingga jenjang magister dan spesialis keperawatan,”jelasnya.
Ia bilang pihaknya menyoroti isu praktis seperti kendala perpanjangan SIP dan pentingnya pemenuhan Satuan Kredit Profesi (SKP) sesuai regulasi terbaru, yakni Permenkes No. 1651.
“Terkadang ada kendala dalam penginputan sistem SatuSehat. Harapan kami, ada solusi praktis agar proses perpanjangan SIP lebih mudah, misalnya melalui surat keterangan dari kepala fasilitas atau dinas,”ucapnya.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh anggota untuk aktif dalam kegiatan edukatif dan sosial, seraya mengumumkan kegiatan HUT PPNI ke-51 yang akan digelar pada Minggu pagi, dengan berbagai agenda seperti senam bersama, jalan santai, pentas hiburan, dan donor darah.
“Dengan semangat ‘Perawat Bersinergi Membangun Bangsa’, mari kita jadikan organisasi ini lebih solid, profesional, dan bermanfaat luas untuk masyarakat Tanah Laut,”pungkasnya.
Editor : CAN


