lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambangi DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam rangka membahas Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP), di ruang rapat Komisi III DPRD Kalsel, Rabu (27/9/2023).
Ketua Pansus Raperda RTRWP DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering, mengatakan penting untuk pihaknya berkunjung ke DPRD Kalsel untuk membahas RTRWP karena dewan Kalsel terlebih dahulu membahasnya.
“Kami sebagai Pansus DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka Pembahasan Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalteng penting berkunjung ke DPRD Provinsi Kalimantan Selatan karena selain bertetangga juga karena kalsel selesai sudah lebih dulu membahas RTRWP,” ucapnya.
Ia menambahkan, selain sharing, ia juga menggali pengalaman informasi DPRD Kalsel dalam menuntaskan Raperda RTRWP yang mana pihaknya masih dalam proses pembahasan.
“Jadi ya kita ingin sharing berbagi pengalaman terkait dengan pembahasan RTRWP, terlebih buat kami yang masih dalam proses pembahasan, jadi menggali pengalaman informasi DPRD Kalsel dalam menuntaskan Raperda RTRWP Kalsel,” tambahnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menilai, kesuksesan pembahasan RTRWP Kalsel hingga menjadi raperda karena adanya koordinasi yang baik dari DPRD Provinsi dan pihak Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota.
“Di sini yang pasti antara lain adanya koordinasi yang bagus, baik dari DPRD Provinsi, Pemerintah Provinsi dan terlebih lagi Kabupaten/Kota se Kalsel,” tuturnya.
Ia juga memaparkan, pembahasan RTRWP Kalteng harus benar-benar komprehensif dimana wilayahnya sangat luas dan mencakup pembangunan dan kemasyarakatan.
“Karenakan pembahasan RTRWP Kalteng sangat luas, menyangkut pembangunan dan kemasyarakatan. Sehingga pembahasannya harus benar-benar memerlukan pengkajian yang mendalam dan komprehensif,” imbuhnya.
Disinggung terkait bencana kabut asap di Kalteng, Yohannes Freddy Ering, mengatakan musim kemarau yang telah lebih sebulan dan sempat turun hujan beberapa kali namun tidak ada, artinya sehingga kebakaran yang terjadi apakah faktor kesengajaan atau ketidaksengajaan ataupun faktor alam kan bisa saja, namun dirinya optimis pengendalian kebakaran yang membuat kabut asap tebal bisa di tangani.
“Memang musim kering ini sudah lebih sebulan dan sempat hujan beberapa kali tapi tidak ada artinya sehingga kebakaran itu akhirnya masih tetap terjadi. Apakah karena faktor kesengajaan atau faktor ketidak sengajaan ataupun faktor alam itukan bisa saja, sehingga kita di Kalteng beberapa akhir ini asapnya mulai tebal. Dan mau tidak mau menuntut penanganan pengendalian dari pemerintah dan instansi terkait dan kita optimis kebakaran yang ada masih bisa di kendalikan dan masih bisa ditangani dan optimis bisa teratasi,” pungkasnya.


