lenterakalimantan.com, PARINGIN – Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, menggelar rembuk stunting tingkat kecamatan sebagai bentuk komitmen percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting, Rabu (2/7/2025).
Bertempat di Gedung Serbaguna Kecamatan Lampihong, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang penandatanganan komitmen bersama lintas sektor, melibatkan unsur pemerintahan, desa, dan tokoh masyarakat.
Plt Camat Lampihong, Murdiansyah, menegaskan bahwa rembuk ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan rembuk stunting di tingkat desa yang telah digelar di seluruh wilayah Kecamatan Lampihong. Hasil-hasil diskusi dan data dari desa dikumpulkan untuk dirumuskan menjadi rencana aksi terpadu di tingkat kecamatan.
“Kami berupaya menyinergikan seluruh data dan temuan dari desa agar langkah ke depan lebih terarah dan terukur. Ini penting agar program penanganan stunting tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Murdiansyah.
Ia menambahkan, rembuk stunting ini juga menjadi wadah untuk merumuskan strategi konkret, termasuk penajaman fokus pada penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak serta pengalokasian anggaran melalui APBD dan APBDes secara lebih tepat sasaran.
“Pola asuh bukan hanya tugas ibu. Peran ayah juga sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Ini menjadi perhatian khusus kami,” tegasnya.
Ketua Persatuan Kepala Desa (Perkades) Kecamatan Lampihong, Sahmadi, menyatakan seluruh kepala desa di wilayahnya siap mendukung penuh program pencegahan stunting. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan intervensi langsung, terutama dalam pengelolaan dan peningkatan alokasi dana desa.
“Kami siap mengarahkan anggaran desa untuk mendukung berbagai program pencegahan stunting, dari pemenuhan gizi hingga peningkatan sanitasi,” kata Sahmadi.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur dasar seperti sumur resapan, yang dinilai penting dalam mengurangi risiko limbah rumah tangga yang berpotensi menjadi sumber penyebab stunting.
Kegiatan rembuk ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam memutus mata rantai stunting, yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Balangan.
Editor: Rian


