Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Reza Prabowo, yang mendampingi dalam sidak, menyebut bahwa hanya lima dari 34 ruang kelas di SMAN 3 Palangka Raya yang sudah dilengkapi papan tulis digital.
Sisanya masih menunggu pengadaan perangkat yang sedang dalam proses distribusi.
Ia menambahkan, seluruh SMA, SMK, dan SLB di bawah naungan provinsi telah diminta mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana melalui proposal resmi.
“Kita minta sekolah menyusun daftar kebutuhan mereka. Nanti kami susun skala prioritas mulai dari toilet, pagar, sampai ruang kelas,” kata Reza.
Sidak ini menjadi bukti bahwa reformasi pendidikan di Kalteng tak hanya berkutat di tataran kurikulum, tetapi menyentuh aspek etika pelayanan dan kenyamanan belajar-mengajar.
Dengan pendekatan langsung ke lapangan, Gubernur berharap setiap satuan pendidikan di Kalteng bisa menjadi ruang belajar yang adil, berkualitas, dan manusiawi.
Penulis : Ant
Editor : Tim Redaksi


