lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pemkab Tabalong terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.
Sebagai wujud perhatian dan kepedulian menuju terwujudnya kabupaten layak anak (KLA), Tabalong mengikuti verifikasi lapangan hybrid (VLH) KLA yang dilakukan oleh Tim Penilai melalui zoom meeting di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Pembataan, Rabu (25/6/2025).
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, dalam sambutan dan presentasinya menegaskan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintahan, dunia usaha, hingga elemen masyarakat di Kabupaten Tabalong, untuk berkolaborasi mensukseskan program KLA.
“Kami berterima kasih atas dilaksanakannya verifikasi lapangan ini. Ini adalah langkah penting untuk menjadikan Tabalong benar-benar menjadi Kabupaten Layak Anak,” ujar Bupati Tabalong.
Tabalong saat ini memulai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) baru dengan visi Tabalong SMaRT: Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan.
Tujuh prioritas dalam RPJMD ini berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tabalong dari sisi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, yang semuanya bertujuan untuk memastikan kualitas anak-anak Tabalong di masa depan.
“Dari RPJMD tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabalong menargetkan pembangunan 131 Ruang Terbuka Hijau (RTH) SMaRT selama lima tahun ke depan. Saat ini, 14 RTH sudah terbangun di beberapa desa dan kecamatan,” jelas Bupati Tabalong.
Pemkab Tabalong juga telah menyiapkan berbagai program inovatif untuk mendukung terwujudnya anak-anak berkualitas. Seperti, pendidikan religius, untuk memastikan anak-anak memiliki kualitas religius yang baik, disiapkan beasiswa untuk mencetak satu desa satu dai.
“Ini berarti akan ada 131 da’i anak-anak yang akan memberikan nuansa religius di desanya masing-masing,” katanya.
Lanjut Bupati Tabaling, beasiswa pendidikan juga disediakan bagi anak-anak SD hingga SMP, baik bagi siswa berprestasi, dari keluarga kurang mampu, maupun anak berkebutuhan khusus, untuk memastikan mereka tetap bisa melanjutkan sekolah dan berprestasi.
Peningkatan kesehatan anak diperkuat melalui program “Home Care” yang melibatkan 18 Puskesmas di Tabalong, guna memastikan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Pendidikan digital, disiapkan pendidikan berbasis digital bagi anak-anak SD dan SMP melalui kerja sama dengan Google.
“Saat ini, enam sekolah telah menjadi sekolah rujukan Google, dengan target 24 sekolah rujukan Google di Tabalong pada tahun depan,” ungkapnya.
Bupati Tabalong menyebut semua program terbaru ini disiapkan untuk memastikan bahwa cita-cita Kabupaten Layak Anak bukan hanya impian, tetapi menjadi kenyataan yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh anak-anak Tabalong.
Diketahui pada 2024, Kabupaten Tabalong telah meraih kategori Nindya dalam penilaian KLA. Untuk itu diharapkan dengan hasil verifikasi lapangan ini, Pemerintah Kabupaten Tabalong berharap dapat mencapai kategori Utama pada tahun ini.
Editor: Rian


