lenterakalimantan.com, SUKAMARA – Setelah hampir dua dekade menanti, Jembatan Sei Jelai yang menghubungkan Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, dengan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akhirnya rampung dibangun pada 2023. Namun, hingga pertengahan 2025, jembatan ini belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Herson B Aden, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kalteng, turun langsung meninjau kondisi jembatan tersebut.
Herson menjelaskan, meski struktur jembatan telah selesai, akses jalan menuju jembatan masih menjadi kendala utama.
“Jembatan Jelai belum sepenuhnya bisa digunakan. Saat ini masih ada sekitar 2,5 kilometer jalan yang belum layak, ditambah 350 meter yang memerlukan penanganan dan perawatan khusus,” ujar Herson, Sabtu (7/6/2025).
BACA JUGA : Menuju Kota “Semakin Keren”, Palangka Raya Bahas RPJMD 2025–2029
Pemerintah provinsi, kata Herson, telah melakukan sejumlah intervensi. Bahkan beberapa perusahaan swasta di kawasan sekitar juga menyatakan kesediaan untuk ikut membangun jalan penghubung yang belum rampung.
“Kita harapkan sinergi ini dapat terealisasi, dan akan segera kami laporkan kepada Bapak Gubernur,” katanya.
Jembatan ini memegang peranan penting bagi konektivitas antarwilayah dan penggerak roda ekonomi dua provinsi. Namun untuk bisa difungsikan penuh, dukungan lintas sektor masih sangat dibutuhkan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukamara, Sunardi, yang turut mendampingi peninjauan, menyoroti soal perizinan lahan yang masih menjadi hambatan.
“Dukungan lintas sektor sangat diperlukan agar jalan penghubung ini segera bisa difungsikan secara optimal dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat kedua provinsi,” kata Sunardi.
BACA JUGA : Jelang Iduladha, Pemprov Kalteng Salurkan 600 Sapi Kurban ke Seluruh Kabupaten/Kota
Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait segera memberikan izin pemanfaatan lahan yang diperlukan agar jalur strategis ini bisa segera dibuka untuk umum.
Kini, masyarakat di perbatasan Kalteng–Kalbar menanti realisasi komitmen pembangunan lintas sektor itu. Jika rampung, jalan dan jembatan ini akan memperkuat konektivitas wilayah barat Kalimantan dan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru.
Penulis : Ant
Editor : Tim Redaksi


