lenterakalimantan.com, PARINGIN – Dalam upaya menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses, Puskesmas Uren Kabupaten Balangan kembali melaksanakan program inovatif Puskesmas Berjalan di Tapal Batas (PUBERTAS).
Kegiatan ini menyasar langsung ke dusun-dusun terpencil, menghadirkan layanan kesehatan secara menyeluruh bagi warga. Baru-baru ini pelaksanaan program PUBERTAS digelar di Dusun Tanjungan Jalamu dan Dusun Andamai, wilayah anak Desa Marajai, Kecamatan Halong.
Berkenaan dengan hal ini, Dokter Umum Puskesmas Uren, Muhammad Haris Al Ghifari, menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi langsung dari arahan Kementerian Kesehatan untuk menjangkau daerah-daerah yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
“Masyarakat di wilayah seperti ini biasanya kesulitan datang ke puskesmas. Oleh karena itu, kamilah yang harus datang memberikan pelayanan langsung. Harapannya, warga merasa terlayani dan tidak terpinggirkan,” ujarnya, Senin (30/6/2205).
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengobatan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam keluarga. Hal serupa juga diutarakan Staf Kesehatan Lingkungan Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Balangan, Imam Hadi Saputra, menyebut kegiatan PUBERTAS sebagai bentuk nyata program “jemput bola” dari pemerintah daerah untuk memastikan layanan kesehatan tetap menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sekolah dan rumah tangga.
“Kami juga menyisipkan edukasi singkat seputar PHBS, karena ini bagian penting dalam mencegah penyakit sejak dini. Keterbatasan akses jalan bukan halangan untuk tetap memberikan layanan terbaik,” tuturnya.
Kehadiran tim medis disambut hangat oleh warga. Salah satunya Ketua RT 03 Desa Marajai, Ilik, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kunjungan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan layanan yang diberikan. Semoga di lain waktu kami bisa kembali dikunjungi,” ungkapnya.
Program PUBERTAS sendiri telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir dan terus bertransformasi menjadi solusi efektif dalam pemerataan layanan kesehatan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terpencil (3T).
Warga setempat mendapat berbagai layanan kesehatan seperti pengobatan massal, posyandu, penyuluhan kesehatan, imunisasi dasar anak, pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), keluarga berencana (KB), sunat massal, serta edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Editor : Rian


