lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kisah inspiratif datang dari seorang ulama besar, Imam Abu Dawud. Dalam sebuah perjalanan menggunakan kapal, ia menunjukkan keteladanan luar biasa dalam mengamalkan sunnah, yang berujung pada keajaiban yang tak terduga: “membeli surga” hanya dengan sedekah satu dirham.
Suatu hari, Imam Abu Dawud melakukan perjalanan laut menuju sebuah negeri. Ia menaiki kapal yang dipenuhi banyak penumpang. Sebagaimana kapal zaman dulu, tidak ada sekat atau kabin khusus, sehingga semua penumpang bercampur baur, saling berinteraksi sepanjang perjalanan.
Tiba-tiba terdengar suara keras memecah suasana, “Hatchiii…chii..chii!” Seorang pemuda di ujung kapal bersin lalu mengucap, “Alhamdulillah.”
Melihat itu, Imam Abu Dawud yang berada di sisi lain kapal langsung meminjam satu dirham dari temannya.
“Kak, pinjam satu dirham.”
“Buat apa?” tanya temannya penasaran.
“Sudah, beri saja. Nanti kamu tahu,” jawabnya singkat.
Uang itu lalu ia berikan kepada pemuda yang bersin, sambil mengucapkan doa, “Yarhamukallah.”
Temannya keheranan. “Kenapa kau beri uang pada orang yang bersin? Bukankah dia hanya bersin?” tanya sang teman.
Imam Abu Dawud menjawab singkat sambil tersenyum, “Siapa tahu doa itu manjur.” Ia kemudian pergi beristirahat.
Malam harinya, seluruh penumpang kapal bermimpi serupa. Mereka mendengar suara tanpa wujud berkata:
“Wahai seluruh penumpang kapal, tahukah kalian bahwa hari ini salah seorang dari kalian yang bernama Abu Dawud telah membeli surga dengan satu dirham yang ia berikan kepada pemuda yang bersin.”
Keesokan harinya, semua orang tersadar akan kejadian luar biasa itu. Mereka memahami bahwa yang dilakukan Imam Abu Dawud adalah bentuk pengamalan sunnah—menjawab orang yang bersin dengan doa “Yarhamukallah” dan menyertakannya dengan sedekah ikhlas.
Seperti diketahui, dalam Islam, saat seseorang bersin dan mengucap “Alhamdulillah”, maka yang mendengarnya dianjurkan menjawab dengan “Yarhamukallah”, dan dibalas lagi oleh yang bersin dengan “Yahdikumullah”. Tampak sederhana, namun adab ini memiliki keutamaan luar biasa bila disertai keikhlasan.
Kisah ini diriwayatkan dari Ibn Abdil Barr, yang mendapatkan cerita langsung dari Imam Abu Dawud. Dapat ditemukan dalam Fath al-Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani, cetakan Maktabah Malik Fahd, Riyadh, volume 10, halaman 626.
Demikianlah kuliah malam Jumat kali ini. Semoga memberi manfaat dan keberkahan bagi kita semua. Bagi yang ingin menyimak pengajiannya secara langsung, bisa melihat tayangan ulang di akun IG Live “@rosehanku”.
Editor: Muhammad Tamyiz


