lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar pertemuan rutin bulanan yang dirangkai dengan edukasi penanganan cedera tubuh, Kamis (23/4/2026), di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Kaltim, Jalan Kemakmuran.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DWP Kaltim, Ny. Nurul Atikah Ujang, bersama pengurus dan anggota dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Nurul Atikah Ujang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia juga menyoroti peran sejumlah unsur, seperti DWP DPRD Kaltim, DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, DWP BPBD Kaltim, serta DWP BPK Perwakilan Kaltim.
“Terima kasih atas sinergi dan dukungan semua pihak sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.
Menurutnya, pertemuan kali ini memiliki makna lebih karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 2026. Ia menilai, semangat Kartini perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diperingati secara seremonial.
“Semangat perjuangan Kartini harus tercermin dalam peran perempuan, baik di keluarga, organisasi, maupun di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan saling mendukung dalam organisasi.
“Kita boleh lelah, tetapi jangan berhenti. Tetap bergerak dan saling menguatkan,” pesannya.
Setelah agenda pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait penanganan cedera tubuh, perdarahan, dan syok oleh Penata Basarnas Ahli, Mujiono.
Dalam penyampaiannya, Mujiono menegaskan bahwa perdarahan menjadi salah satu faktor utama penyebab kematian pada kondisi darurat apabila tidak segera ditangani.
“Penanganan awal sangat menentukan. Kehilangan darah dalam jumlah besar dan waktu singkat bisa berakibat fatal,” jelasnya.
Ia turut memaparkan prinsip Medical First Responder (MFR), meliputi upaya menjaga jalan napas, membantu pernapasan dan sirkulasi, serta mengendalikan perdarahan. Selain itu, penolong juga harus mampu mencegah kondisi korban memburuk melalui penanganan luka dan penempatan posisi tubuh yang tepat.
Melalui kegiatan ini, DWP Kaltim diharapkan tidak hanya memperkuat soliditas organisasi, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anggota dalam memberikan pertolongan pertama di lingkungan sekitar.


