lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Kondisi Pasar Batuah yang dulunya ramai kini kian memprihatinkan. Banyak pedagang mengaku mengalami penurunan omzet drastis hingga akhirnya memilih menutup usahanya. Penyebab utamanya diduga karena peralihan pola belanja masyarakat yang kini lebih memilih platform online.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (1/7/2025) beberapa lapak terlihat kosong dan tertutup. Para pedagang yang masih bertahan pun mengaku kesulitan menutupi modal dagang mereka karena pembeli makin jarang datang.
“Keuntungan sangat sedikit, kadang juga kemakan modal. Lebih baik dijual walaupun tidak untung karena untuk kebutuhan sehari-hari, jadi terpaksa dijual. Untungnya saya nggak nyewa toko, jadi bisa bertahan di kondisi seperti ini. Karena banyak juga pedagang yang nyewa toko dan tidak bisa bayar sewa toko tersebut, jadilah mereka tutup,” kata Ibu Ridah, pedagang pakaian di Pasar Batuah.
Fenomena ini menjadi perhatian serius karena pasar tradisional seperti Pasar Batuah berperan penting dalam roda perekonomian lokal. Selain sebagai pusat perdagangan, pasar juga menjadi tempat bergantungnya banyak keluarga ekonomi menengah kebawah.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi dan inovasi, misalnya dengan mendorong digitalisasi pasar atau memberikan subsidi kepada pedagang terdampak. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin Pasar Batuah hanya tinggal kenangan sebagai pusat perdagangan legendaris di Martapura.
Penulis : Noor Laila
Editor: Candra


