lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti sejumlah aspek krusial dalam upaya mempercepat realisasi program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), yang digadang-gadang menjadi program unggulan Pemprov Kalteng pada 2026 mendatang.
Dalam rapat bersama jajaran Pemprov Kalteng yang digelar di Aula Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (31/7/2025).
Kepala BPKP Kalteng Ilham Nurhidayat membeberkan delapan poin penting yang menjadi atensi lembaganya demi memastikan KHBS berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Mulai dari indikator keberhasilan yang terukur, penyusunan grand design, pedoman umum, hingga kejelasan kriteria sasaran. Semua perlu disiapkan secara matang,” ujar Ilham dalam forum tersebut.
Ia merinci, Pemprov Kalteng perlu mempercepat penyusunan petunjuk teknis, merumuskan alur bisnis yang jelas, serta menggali potensi pembiayaan yang berkelanjutan.
Tak kalah penting, pembangunan sistem integrasi data dan infrastruktur pendukung juga harus menjadi perhatian utama.
Identifikasi risiko, termasuk potensi kecurangan atau fraud, lanjut Ilham, mesti dilakukan di tiap tahapan proses bisnis.
Selain itu, pertimbangan terhadap Manajemen Risiko Program Nasional (MRPN) Lintas Sektor KHBS juga disebutnya krusial.
Ilham menekankan, program strategis ini mesti mampu menjangkau semua sektor sosial, pendidikan, pertanian, perikanan, hingga kesehatan dengan satu tujuan: kesejahteraan masyarakat.
“Sasaran utama program KHBS ini adalah masyarakat itu sendiri. Sehingga fokus untuk solusi hingga dampak perlu menjadi pertimbangan mendasar. Meningkatkan ekonomi, kualitas pendidikan, dan tentunya kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.
Dari pihak Pemprov Kalteng, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyambut baik arahan tersebut.
Ia menilai masukan dari BPKP akan menjadi referensi penting dalam penyempurnaan program KHBS ke depan.
“Paparan dari BPKP ini menjadi bahan acuan mendasar bagi pemerintah dalam merampungkan program Kartu Huma Betang Sejahtera Tahun 2026,” ujar Yuas.
Editor: Rian


