lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Festival layang-layang dandang 2025 di Pantai Batakan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan pecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti festival layang-layang dandang khas Kalimantan Selatan begitu cantik menghiasi langit di Pantai Batakan Baru.
Festival layang-layang di Pantai Batakan Baru, masih dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Selain itu untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke kawasan Pantai Batakan Baru.

Acara yang berlangsung meriah, tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan penggerak ekonomi lokal. Festival ini menampilkan berbagai jenis layang-layang, seperti jenis layangan dandang dari Kalimantan Selatan, merupakan ekspresi dari kebudayaan.
Pesertanya pun beragam, tidak hanya dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, tetapi juga dari provinsi lain seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Turis mancanegara dari Prancis, Singapura, dan Malaysia turut hadir, menambah semarak suasana.
Acara festival di buka oleh Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto, dihadiri Direktur Marketing MURI ,Awan Rahargo, dan Ketua Pelayang Indonesia (PELANGI), Sari Madjid, Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli, Forkopimda Tala.
Bupati Rahmat, mengaku bangga festival layang-layang mendapatkan anugerah penghargaan rekor MURI dan ini merupakan penyemangat bisa melaksanakan kegiatan festival layang-layang melebihi dari target, dari awal 500 peserta melonjak menjadi 999 peserta.
“Tadi setelah dilakukan penilaian yang tede data peserta festival layang-layang ada sebanyak 775 peserta. Di kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dan kawan-kawan dari MURI dan Pelangi ”katanya.
Ia juga berharap, festival layang-layang ini bisa menjadi publikasi Pantai Batakan Baru menjadi terkenal bagi wisatawan dari luar Kalimantan Selatan. Kegiatan ini juga menjadi agenda tahunan dan turut menggerakkan ekonomi para pelaku UMKM di sekitar Pantai Batakan.
“Festival layang-layang bukan saja mengangkat budaya saja namun juga mengangkat pariwisata kedepannya lebih maju,”tutupnya.
Sementara itu , Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, mengapresiasi tingginya partisipasi dalam festival ini karya putra dan putri Indonesia. Salah satunya MURI hadir di Kabupaten Tanah Laut dan apresiasi sebuah karya superlatif.
“Dimana pelaksanaan festival layang-layang salah satu atensi dari lembaga pencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia ( MURI) mencatat kegiatan layang-layang secara khusus dilaksanakan di tiga negara, Indonesia, Cina dan Vietnam, dengan kategori layang-layang memiliki bunyi,”ujarnya.
Awan Rahargo, menegaskan Kabupaten Tanah Laut telah menjadi pelopor festival layang-layang dandang dengan jumlah terbanyak di dunia, sebanyak ikut festival 775 peserta.
“Ini suatu pelestarian budaya yang kita miliki dan juga potensi wisata di Kabupaten Tanah Laut,”pungkasnya.
Editor -Dad


