lenterakalimantan.com, MARABAHAN – Mahasiswa FISIP ULM mengadakan penyuluhan tentang bahaya berita hoaks dan penipuan online di RT 04, Desa Tamban Sari Baru, Kecamatan Tamban, Barito Kuala. Kegiatan ini diikuti ibu-ibu warga setempat, Sabtu (15/8/2025)
Cut Chairunissa Zalfa, penanggung jawab program, menjelaskan bahwa berdasarkan data Kominfo, 30-60% masyarakat Indonesia terpapar hoaks terutama emak-emak usia 45 tahun ke atas.
“Mayoritas yang terkena hoaks adalah ibu-ibu yang berusia 45 tahun ke atas,” tuturnya.
Cut menambahkan bahwa ia ingin emak-emak di Desa Tamban Sari Baru tidak menjadi pelaku penyebar maupun korban berita hoax dan penipuan online, sehingga ia mengedukasi.
Ia berharap penyuluhan ini bisa mencegah warga menjadi korban maupun penyebar hoaks dan penipuan online.
Materi yang dibawakan meliputi ciri-ciri penipuan online, bahayanya, dan cara pencegahannya. Meskipun banyak warga belum menggunakan smartphone, Cut menekankan bahwa hoaks juga bisa datang lewat telepon atau berita dari mulut ke mulut.
Dari program kerja yang dibawakan ini, Cut berharap ibu-ibu Desa Tamban Sari Baru menjadi pribadi yang cerdas dalam mencerna informasi, tidak menjadi korban penipuan dan berita hoaks, serta mampu mengedukasi orang-orang di sekitarnya.
Editor : RIAN


